Samarinda, Busam.ID -Peristiwa padam listrik yang terjadi massal di 7 daerah di Kaltim pada Selasa (8/8/2023) sekira pukul 10.43 Wita, tak ayal berdampak pada banyak sektor. Dari perbankan, rumahsakit sampai pdam ikut terdampak.
Pada dunia perbankan misalnya, dampak blackout massal jaringan listrik selama kurang lebih 3 jam itu, setelah listrik hidup sejumlah ATM masih tidak dapat bertransaksi. Meski indikator mesin ATM menunjukkan normal, pelanggan bank tidak dapat menarik atau setor dana.
Dampak paling parah dialami PDAM. Pasca mati listrik serentak di 7 daerah di Kaltim, Perumdam Tirta Samarinda belum mampu menyalurkan air dengan normal. Ditunjukkan sejumlah kawasan masih mengalami mati air.
Menurut laporan dari beberapa sumber yang dihimpun oleh tim Busam.ID, beberapa wilayah di antaranya GOR Segiri, Perumahan Bengkuring, Jalan Harun Nafsi, Karang Asam, Samarinda Kota dan Perumahan TVRI masih belum mendapatkan pasokan air.
“Di sini di daerah Bengkuring aliran air masih mati sampai sekarang,” ucap Wahyuni yang tinggal di Perum Bengkuring, Labu Putih 6.
“Iya mas, sekarang di sini (Perum TVRI) mati air, kemarin masih ngalir,” ucap Fahmi, seorang warga Perum TVRI.
“Untuk kawasan GOR Segiri, di Cafe Busam Area juga mengalami mati air bersamaan padam listrik kemarin. Ini malah listriknya sudah hidup airnya masih mati,” terang Nurul, kasir Cafe Busam Area.
Kemudian, di daerah Jalan Antasari dan Ir Sutami, meski air mulai mengalir, namun dengan volume yang sangat kecil dan kondisi keruh.
“Untuk Antasari, di rumah saya kemarin mati air, sekarang sudah ngalir tapi debit airnya masih kecil dan kondisi keruh,” ucap Andry.
Situasi mati air di sejumlah titik kawasan ini, dikonfirmasi ke Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Sendya Ibanez, diberikan penjelasan sebagai berikut.
Sendya mengungkapkan, jiks akibat gangguan listrik yang terjadi serentak kemarin, pompa-pompa distribusi air Perumdam Tirta tidak dapat beroperasi dengan maksimal, meski sudah diback up menggunakan genset sebagai sumber tenaga cadangan.
“Selain itu, beberapa perbaikan pipa distribusi air juga sedang berlangsung di beberapa titik, seperti di Jalan KS Tubun, kawasan Kinibalu juga di Lempake,” terang Sendya.
Sendya menjelaskan, bahwa dampak dari blackout listrik massal tersebut, menyita lebih lama waktu yang diperlukan untuk memulihkannya kembali normal.
“Perlu waktu sampai 1×24 jam sejak listrik kembali normal, agar pendistribusian air dapat berjalan kembali seperti biasanya,” terang Sendya.
Dia berharap agar warga yang terdampak mati air dapat bersabar hingga tengah malam nanti, ketika situasi distribusi air diharapkan akan membaik dengan debit normal seperti sebelumnya. (Ryan)
Editor : A Risa


