Samarinda, Busam.ID – Isak tangis pecah di kawasan Teluk Kedondong, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (15/9/2026) malam. Setelah berjam-jam melakukan pencarian, warga akhirnya menemukan, bocah laki-laki berusia 7 tahun yang dilaporkan tenggelam di sebuah kolam bekas galian tambang batu bara.
Namun, harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat berubah menjadi duka. Bocah tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa.
Korban ditemukan sekitar pukul 19.17 Wita, setelah warga melakukan pencarian secara manual sejak sekitar pukul 16.30 Wita.
Salah seorang warga, Helmy, menjadi orang yang menemukan tubuh korban di dasar kolam. Awalnya, saat menyelam untuk melakukan pencarian, Helmy merasakan sesuatu di bagian dasar kolam.
“Yang pertama saya dapat itu kakinya. Saya terinjak kaki, lalu saya selam dan meraba. Posisi korban telungkup,” ujarnya.
Menurut Helmy, kedalaman lokasi tempat korban ditemukan sekitar 2,5 meter. Dasar kolam bukan berupa lumpur, melainkan pasir. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana dan tidak memakai baju.
Tubuh korban kemudian dievakuasi warga dari dalam kolam dan dibawa ke rumah duka. Suasana di lokasi pun seketika dipenuhi tangis keluarga dan warga yang sejak sore ikut melakukan pencarian.
Sebelumnya, seorang warga bernama Uis mengaku berada di sekitar lokasi sebelum kejadian diketahui. Ia datang bersama anaknya untuk mandi karena kesulitan mendapatkan air di rumah akibat kemarau.
Menurut Uis, saat itu terdapat sejumlah anak di sekitar kolam. Ia sempat melihat anak-anak bermain dan mandi di lokasi tersebut.
Ia mengaku tidak mengetahui salah seorang anak kemudian tenggelam. Uis bahkan sempat mendengar percakapan anak-anak sebelum dirinya meninggalkan lokasi.
“Dia cuma bilang minta maaf, lalu temannya bilang tidak mau memaafkan sambil bercanda. Setelah itu kami pulang. Kami tidak tahu kalau ternyata ada yang tenggelam,” katanya.
Uis mengatakan, dirinya bersama anaknya baru pertama kali datang ke lokasi tersebut. Ia memilih mandi di kolam karena air di rumahnya sulit didapat setelah sumur mengering selama musim kemarau.
Sementara itu, Pamapta III Polresta Samarinda Aiptu Joko Wahyudi mengatakan pihak kepolisian menerima informasi mengenai seorang anak yang diduga tenggelam di danau atau kolam yang diduga merupakan bekas aktivitas tambang di kawasan Bayur sekitar pukul 16.30 Wita.
“Waktu kami tiba di TKP, sudah banyak warga yang berkumpul dan membantu melakukan pencarian secara manual,” ujar Joko.
Setelah pencarian berlangsung selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan. “Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi korban terakhir terlihat dalam kondisi sudah meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka,” katanya.
Selain mengamankan lokasi, kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka berenang di kolam atau danau yang berpotensi membahayakan. Polisi juga mengingatkan warga agar kejadian serupa tidak kembali menambah daftar korban.(Zul)
Editor: M Khaidir


