Campak di Samarinda Meningkat, Terbaru 120 Kasus

Busam ID
Ilustrasi terpapar campak. Foto by (iStockphoto/RomoloTavani)

Samarinda, Busam.ID – Kasus campak di Kota Samarinda kembali bertambah dalam beberapa pekan terakhir dan kini mencapai sekitar 120 kasus hingga pertengahan Maret 2026. Mayoritas penderita merupakan anak usia balita dengan status imunisasi yang belum lengkap.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Nata Siswanto, menjelaskan campak merupakan penyakit akibat virus dengan masa penyembuhan rata-rata sekitar 2 pekan.
“Dalam satu kasus, campak bahkan bisa menularkan kepada 12 sampai 18 orang,” ujarnya saat ditemui di kantor Dinkes Samarinda, Jalan Milono, Selasa (17/3/2026).

Ia menyebut masa penularan berlangsung sejak 7 hari sebelum muncul ruam hingga 7 hari setelah ruam muncul. Gejala awal umumnya ditandai demam, ruam pada kulit, mata merah, serta batuk dan pilek.

Sementara, Epidemiolog Dinkes Samarinda, Fatur Rahman, mengatakan kasus campak saat ini tersebar di hampir seluruh kecamatan, dengan jumlah tertinggi di wilayah Loa Bakung dan Lok Bahu.

“Kasusnya tersebar di beberapa wilayah, namun yang paling banyak ada di Loa Bakung dan Lok Bahu, masing-masing sekitar delapan kasus,” katanya.

Ia menjelaskan sebagian besar kasus terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, meski bukan berarti partisipasi imunisasi masyarakat rendah. Menurutnya, beberapa anak melewatkan jadwal imunisasi karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan saat waktu vaksinasi.

“Campak ini sebenarnya penyakit yang memang bisa muncul setiap tahun. Yang penting masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dan segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *