Nasruddin memang suka berjalan-jalan di sepanjang kotanya. Dalam berjalan-jalan itu ia suka melihat ke sana kemari, kalau-kalau ia bisa menemukan sesuatu yang berharga.
Di tengah jalan dilihatnya ada benda yang berkilauan. Segera saja ia mempercepat langkahnya mendekati benda itu lalu mengambilnya.
Ia melihat benda itu dengan teliti dan ternyata sebuah cermin. Ketika ia melihat wajahnya sendiri, Nasruddin diam sejenak dan akhirnya berkata.
“Memang sungguh buruk rupa benda ini. Tak mengherankan apabila si empunya membuangnya.”
Sambil berkata demikian Nasruddin pun membuang kembali cermin itu dan berlalu. (**)








