Samarinda, Busam.ID – Penanganan banjir di kawasan Simpang 4 Sempaja belum sepenuhnya tuntas karena masih ada drainase yang terputus sepanjang 366 meter menuju Sungai Karang Mumus. Kabid SDA Dinas PUPR Samarinda, Darmadi, menyebut tahun ini, Pemkot Samarinda melalui Dinas PUPR menganggarkan Rp13 miliar untuk menyambungkan saluran tersebut.
“Anggarannya sudah kita usulkan. Total panjang drainase di jalur tersebut sekitar 2 kilometer, yang belum terkonek itu sekitar 366 meter. Tahun ini kita usahakan sudah connect supaya air bisa langsung mengalir ke Karang Mumus,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Terkait kolam retensi Sempaja Lestari Indah (SLI) yang bangun untuk menanggulangi banjir di Sempaja, Darmadi mengakui saat ini fungsinya belum maksimal karena outlet belum sepenuhnya terkoneksi. Akibatnya, aliran air dari kawasan Padat Karya masih melimpas ke Jalan Wahid Hasyim dan memicu genangan di simpang 4.
“Kalau sudah terkonek, air terbagi, bisa langsung masuk ke Ahim dan ke PM Noor. Harapannya banjir di simpang 4 Sempaja berkurang,” jelasnya.
Sementara untuk kolam retensi Bengkuring, menurut Darmadi, pengerjaan lanjutan masih menunggu pembebasan lahan untuk sisa sekitar 11 hektare. Ke depan, penguatan tanggul juga direncanakan agar lebih kokoh dan kapasitas tampung bisa dimaksimalkan. “Targetnya 27 hektare, sekarang baru 16 hektare yang terbangun. Sisanya memang lahannya belum dibebaskan,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


