Diduga Arus Pendek, Pusat Perbelanjaan di Antasari Terbakar Nyaris Rata dengan Tanah

Busam ID
Sejumlah unit truk tangki milik Disdamkar dan relawan berada di lokasi kebakaran Toko Mamasuka Jalan Anatasari Rabu (26/4/2023). Ft. Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda dan relawan kembali dikerahkan untuk memadamkan api Rabu (26/5/2023).
Kali ini kebakaran terjadi di Toko Mama Suka, satu toko di pusat perbelanjaan Jalan Antasari RT 24 Kelurahan Teluk Lerong Ulu Kecamatan Sungai Kunjang. Akibat kebakaran tersebut, Toko Mama Suka nyaris rata dengan tanah.

Kepulan asap cukup tebal memenuhi ruangan toko sehingga membuat karyawan Mama Suka berhamburan keluar bangunan.

Menurut keterangan satu karyawannya, Nur Imron (20), saat kejadian dirinya mencium aroma benda terbakar.

Karyawan Toko Mamasuka menunjukkan kipas angin yang terbakar. Ft. Zulkarnain

“Awalnya itu saya cium bau gosong, kemudian seperti bau orang ngelas. Untuk memastikannya saya lihat rekaman CCTV, dan melihat adanya api di dalam gudang di lantai 3,” terang Imron kepada Busam.ID.

Mengetahui hal tersebut, Imron kemudian memberitahukan ke rekan kerjanya yang lain dan selanjutnya berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (apar).

“Kami langsung berupaya memadamkan api tersebut dengan apar. Sedikitnya ada 6 apar yang kami gunakan untuk menyemprot sumber api,” terangnya.

Petugas Disdamkar dan relawan yang tiba di lokasi kejadian segera menarik selang dari unit tangki untuk memadamkan api tersebut.

“Api berhasil kita padamkan sekitar 5 menit setelah dilakukan penyemprotan dengan apar. Saya juga salut dengan karyawannya yang sigap langsung memadamkan api dengan apar untuk menghindari api menjalar ke tempat lainnya,” ujar Danton 2 Disdamkar Achmad Imam Syahrani.

Imam mengaku sempat mengalami kendala lantaran lokasi kebakaran tertutup asap tebal dengan jarak pandang cukup pendek.

“Kami menggunakan alat lengkap breathing apparatus terkait asap yang cukup tebal sehingga dengan mudah menuju titik api,” terangnya.

Imam menyebut, api berasal dari kipas angin yang terbakar diduga akibat arus pendek korsleting listrik.

“Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa hanya saja dua orang karyawan harus diberikan oksigen oleh petugas medis karena mengalami sesak nafas akibat banyak menghirup asap saat berusaha memadamkan api,” ucap Imam.

Petugas Disdamkar kembali memberikan imbauan kepada masyarakat kota Samarinda agar memiliki apar di rumahnya minimal satu apar.

“Hal tersebut untuk mengatasi awal jika terjadi kebakaran,” pungkasnya.(Zul)

Editor : Risa Busam,ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *