Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp2,5 miliar untuk mendukung penanganan kondisi darurat akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, Jumat (4/9/2026), mengatakan anggaran tersebut disiapkan berdasarkan rincian kebutuhan dari masing-masing perangkat daerah, termasuk kecamatan dan kelurahan yang terlibat langsung dalam penanganan bencana.
“BTT untuk tanggap darurat ini sekitar Rp2,5 miliar. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Suwarso.
Ia menegaskan, dana tersebut hanya dapat digunakan untuk kepentingan penanganan kebencanaan, khususnya kondisi kedaruratan akibat kekeringan dan karhutla.
Apabila dalam pelaksanaannya terdapat anggaran yang tidak terpakai atau dinilai berlebihan dari kebutuhan, dana tersebut wajib dikembalikan ke kas daerah.
Selain mengandalkan penanganan di lapangan, BPBD bersama instansi terkait kini memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat.
Langkah ini dinilai penting lantaran sebagian kebakaran lahan yang terjadi diduga dipicu oleh unsur kesengajaan.
Tim gabungan bersama unsur TNI-Polri melakukan penyuluhan dengan menyasar sejumlah wilayah, mulai dari kelurahan, kecamatan hingga titik-titik yang memiliki tingkat kejadian kebakaran cukup tinggi.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan selama kurang lebih 1 bulan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah kebakaran kembali terjadi.
Suwarso menambahkan, penggunaan BTT tersebut memiliki batas waktu. Anggaran mulai digunakan sejak 25 Agustus hingga 7 September 2026.
Karena itu, seluruh perangkat daerah yang menggunakan anggaran tersebut diminta segera menyelesaikan kegiatan sekaligus menyiapkan laporan pertanggungjawaban.
“Kalau harus pengadaan dan berkegiatan, terakhir tanggal 7 September. Setelah itu harus disiapkan laporan dan SPJ secara lengkap,” pungkasnya. (zul/adv)
Editor: M Khaidir


