SDN 007 berdiri tepat di depan kantor Dinas Pendidikan Samarinda. Di sekolah tersebut, sejak 2023, gerakan literasi tumbuh secara konsisten. Telah diluncurkan 18 judul karya siswa, 11 buku di 2024, dan 8 buku sepanjang 2025. Konsistensi itu mengantarkan perpustakaan sekolah meraih Juara I tingkat kota dan Juara IV tingkat Provinsi Kaltim.
Di balik gerakan itu semua, tentu tak lepas dari sentuhan sang Kepala Sekolah, Sri Mulyati. Wanita berusia 48 tahun meyakini, belajar harus dimulai dari diri sendiri. “Yang pertama jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tidak pernah berhenti. Itu yang terus kita ajarkan,” ujar Ibu beranak 2 ini, Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya, belajar bukan sekadar kebutuhan pribadi, tetapi juga contoh bagi lingkungan. “Ketika kita belajar, kita menjadi role model. Untuk anak-anak, untuk lingkungan sekitar, di sekolahan. Itu dari diri kita dulu,” ujarnya.
Lanjutnya, motivasi agar sekolah yang dipimpinya makin maju makin kuat saat ia berada di lingkungan akademik. Usai lulus S2 dan mengajar sebagai dosen, Sri kerap mendapat dorongan dari para Dosennya. “Lingkungan itu memberikan pengaruh. Saya sering dibisiki, lanjut sudah, Mbak Sri. Akhirnya bismillah,” tuturnya mengenang keputusan melanjutkan studi pada 2021.
Dan atas motivasi itu, di tahun 2021 pula, Sri resmi menjabat Kepala SDN 007 Samarinda Ulu. Selain memimpin sekolah, ia aktif sebagai fasilitator Program Pembelajaran Mendalam, Guru Penggerak, kepala sekolah mentor, serta guru pamong dan penguji UKIN PPG Prajabatan dan Dalam Jabatan. Ia juga mengajar di sejumlah perguruan tinggi, seperti UMKT, UIN, Unmul, dan Universitas Terbuka.
Konsistensinya di bidang pendidikan dan kesetaraan gender itu, mengantarkan Sri meraih Juara I Gender Champion tingkat Provinsi Kaltim 2025, sekaligus penghargaan dari Dinas Pendidikan Samarinda. Bagi Sri, belajar adalah kewajiban yang harus terus dihidupkan. “Selama kita menghidupkannya, tetap belajar. Itu yang memotivasi saya sampai sekarang,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


