Samarinda, Busam.ID – Sempat menjadi pertanyaan warga masyarakat Kota Samarinda mengapa unit Epirb bisa sampai berada di tangan warga.
Busam.ID menyambangi kantor Unit Siaga SAR Samarinda di Jalan Juanda 3 Kecamatan Samarinda Ulu Minggu (11/9/2022) pagi. Koordinator Unit Siaga SAR, Riqi Effendi kemudian menjelaskan, terkait unit Epirb bisa di tangan warga dan hingga sinyal marabahaya menjadi aktif.
Menurutnya, alat itu ditemukan dari seseorang yang tidak disebutkan namanya yang merupakan pengumpul alat-alat elektronik.
“Katanya, alat itu didapat saat dilakukan pembersihan alat-alat yang tidak terpakai di kapal itu (Tanjung Lintas Nusantara Samarinda, Red),” kata Riqi.
Disebutkannya, kalau si pengumpul barang elektronik bekas tersebut tidak mengetahui kalau alat yang dibawa dan ditemukannya itu adalah salah satunya unit Epirb.
Sampai akhirnya alat Epirb tersebut aktif dan memancarkan sinyal marabahaya, Riqi menerangkan, alat tersebut dipukulkan ke lantai.
“Karena ketidaktahuannya, alat tersebut dipukulkan ke lantai dan menyala, dia sempat panik dan membawa alat tersebut ke Jalan Kenangan Sentosa untuk diberikan ke rekannya agar bisa dijual,” bebernya.
Saat Tim Unit Siaga SAR Samarinda yang berada dikediaman warga tersebut kemudian memberikan penjelasan kegunaan alat tersebut.
“Kami berikan pemahaman terkait alat tersebut serta Undang-undang yang mengatur penggunaan alat tersebut,” terangnya.
Setelah mendapatkan penjelasan, si pengumpul alat elektronik bekas tersebut kemudian mengambil alat yang sudah diberikan ke temannya di Jalan Kenangan dan menyerahkan kepada tim Basarnas.
“Sebanyak empat unit yang dibawa dari kapal itu,” tutupnya. Rencananya, alat tersebut akan diserahkan ke kantor Basarnas di Balikpapan.(dic)
Editor: Redaksi BusamID








