Berau, Busam.ID – Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis menyayangkan masih rendahnya partisipasi dunia usaha yang ada di Berau dalam upaya turut mendukung program percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, stunting harus ditangani secara konvergen dan melibatkan multi sektor serta multipihak di semua tingkatan pemerintahan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Ke depan sebaiknya mempersiapkan diri membuat skema berbasis data yang benar dan akurat. Karena data merupakan ujung tombak bagi tim penurunan stunting dalam menyusun perencanaan dan memberikan intervensi terhadap kondisi stunting di Berau,” ucap Gamalis, Selasa (4/7/2023).
Sorotan orang nomor dua di Berau ini usai dirinya yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TTPS) hadir dan mengikuti langsung temu kerja TTPS se-Indonesia di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan belum lama ini.
Temu kerja merupakan wadah untuk mengevaluasi capaian program percepatan penurunan stunting di daerah pada semester l tahun 2023 dan praktik baik percepatan penurunan stunting di daerah.
Gamalis juga menyampaikan apresiasi melalui temu kerja tersebut dapat saling bertukar wawasan pengetahuan dengan sejawat dari daerah lain yang telah berhasil menurunkan angka stuntingnya.
Sementara itu Satgas Stunting Kabupaten Berau Muhammad Sukriyadi yang ditemui disela-sela Temu Kerja TPPS menjelaskan, capaian indikator TPPS Kabupaten Berau pada Semester I tahun 2023 menunjukkan persentase kampung di Kabupaten Berau yang meningkatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung minimal 10 persen untuk percepatan penurunan stunting dari tahun sebelumnya sebesar 69 persen atau sebanyak 110 kampung dari sebelumnya 76 kampung.
Presentasi keluarga anak usia 0-23 bulan dengan gizi buruk yang mendapatkan tata laksana gizi buruk sebesar 100 persen, presentasi keluarga anak usia 0-23 bulan dengan gizi buruk yang mendapatkan tambahan asupan gizi sebesar 91 persen dan presentase balita 0-59 bulan dengan berat badan dan panjang/tinggi badan sesuai standar sebesar 81,2 persen. (Diva/adv)
Editor: M Khaidir








