Samarinda, Busam.ID – Kenaikan harga plastik mulai dikeluhkan pedagang kecil di Samarinda. Salah satunya dirasakan penjual cendol di Jalan KH Khalid, Kecamatan Samarinda Kota, yang menyebut biaya belanja plastik naik dalam 2 pekan terakhir.
Pedagang mengaku, sebelumnya kebutuhan plastik untuk 4 gerobak cendol bisa dibeli sekitar Rp200 ribu per hari. Kini angkanya naik menjadi Rp300 ribu. “Semua jenis plastik naik mbak, cup plastik, sedotan juga naik. Ini perlahan naiknya, sekarang itu kami sekali belanja bisa sampai 300.000 karena kenaikan tadi,” ungkapnya kepada Busam.ID, Senin (6/4/2026).
Ia mengatakan untuk menekan biaya, pihaknya terpaksa mulai mengurangi penggunaan plastik dan mencari cara lain agar pengeluaran tidak makin besar. “Harapan kita ya nurun Mbak ya, bukan naik lagi,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan penjual plastik di Pasar Pagi, Aji. Ia menyebut harga per ikat plastik dalam karung sebelumnya sekitar Rp80 ribu, kini naik menjadi Rp135 ribu. “Ini naik sekitar 55 ribu karena biasanya 80 ribu, sekarang kenanya 135 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga kali ini termasuk yang paling tinggi selama ia berjualan sejak 1997. Dampaknya, para pembeli ikut mengeluh karena biaya kemasan membuat keuntungan pedagang makin tipis. “Ya mereka harus hitung-hitungan lagi biaya beli sembakonya berapa dan ditambah beli plastiknya berapa,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, mengatakan kenaikan harga plastik berkaitan dengan bahan baku yang masih bergantung pada impor. “Karena itu tidak bisa dibijaki hanya dengan kebijakan pemerintah daerah, karena sumbernya adalah impor ini dampak daripada perang,” terangnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dan menyampaikan informasi tersebut ke pemerintah pusat untuk mengetahui langkah yang bisa dilakukan. “Nanti saya coba langsung komunikasikan dengan kementerian dan kita lihat dulu lah arahannya seperti apa,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


