Balikpapan, Busam.ID– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Samarinda turut ambil bagian dalam Balikpapan Bridge Open Tournament (BBOT) 2026 yang digelar di Grand Jatra Hotel Balikpapan pada 12-14 Juni 2026.
Di hari kedua ini, para pemenang bermain di final dengan diambil 6 tim tiap kategori, baik open, mix, pasangan, junior u-18 dan junior u-21. Keikutsertaan ini menjadi ajang bagi para atlet bridge PWI untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi lawan-lawan berlevel nasional.
Turnamen yang menyediakan total hadiah sebesar Rp250 juta tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah.

Peserta tidak hanya berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta dan Bandung, tetapi juga diikuti peserta dari Filipina, sehingga persaingan diprediksi berlangsung ketat.
Ketua Tim PWI Kaltim yang juga Sekretaris Gabsi Samarinda, Muhammad Heldiyanur mengatakan keikutsertaan timnya lebih difokuskan untuk meningkatkan kualitas permainan dan menambah pengalaman bertanding menjelang agenda olahraga wartawan yang lebih besar.
“Kami memanfaatkan turnamen ini sebagai sarana menambah jam terbang atlet sekaligus persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung pada 2027. Pengalaman menghadapi pemain-pemain berkelas tentu akan menjadi modal yang sangat berharga,” ujarnya.
Selain sebagai ajang pembinaan atlet, PWI Kaltim juga ingin mendorong semakin banyak wartawan di daerah untuk mengenal dan menekuni olahraga bridge sebagai salah satu cabang yang rutin dipertandingkan dalam ajang olahraga wartawan.
Menurut Heldiyanur, cabang olahraga bridge juga akan masuk dalam agenda Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) yang dijadwalkan berlangsung di Balikpapan pada Oktober 2026.
“Kami berharap melalui keikutsertaan ini semangat rekan-rekan wartawan untuk menggeluti olahraga bridge semakin meningkat. Nantinya cabang ini juga akan dipertandingkan pada Porwada di Balikpapan,” katanya.
Meski demikian, PWI Kaltim tidak memasang target tinggi dalam turnamen kali ini. Fokus utama adalah membangun pengalaman dan meningkatkan kemampuan bertanding menghadapi lawan yang memiliki rekam jejak panjang di dunia bridge.
“Kami tidak membebani tim dengan target tertentu karena lawan-lawan yang dihadapi memiliki pengalaman bertanding yang luar biasa. Yang terpenting adalah mendapatkan pengalaman dan terus meningkatkan kualitas permainan,” pungkasnya.(Adit)
Editor: M Khaidir


