Hendak Bekerja, Pria Asal Semarang Meninggal

Busam ID
Proses evakuasi jasad Asikin yang ditemukan meninggal dunia di depan sebuah bangunan Jalan KH. Harun Nafsi, Samarinda, Senin (2/2/2026). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Suasana siang di kawasan Jalan KH. Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Indah, Kecamatan Loa Janan Ilir, mendadak geger. Seorang pria pendatang ditemukan meninggal dunia secara tiba-tiba di depan sebuah lokasi usaha, Senin (2/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban diketahui bernama Asikin (59), warga asal Semarang, Jawa Tengah. Ia datang ke Samarinda untuk mengadu nasib dan selama ini tinggal sementara di sebuah masjid. Korban berniat bekerja sebagai buruh harian lepas dan sebelumnya sempat melamar kerja di lokasi kejadian.

Menurut keterangan saksi, korban bahkan telah diterima bekerja dan dijadwalkan mulai bekerja keesokan harinya. Siang itu, korban kembali ke lokasi untuk memastikan pekerjaannya sekaligus mengambil barang-barangnya di masjid sebelum pindah ke tempat kerja.

Namun rencana tersebut tak pernah terwujud. Saat hendak mengetuk pintu terbuat dari bahan seng di area tersebut, korban tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri.

Sandi, salah satu saksi mata, mengatakan korban sempat melambaikan tangan sebelum ambruk. Ia mengira korban memanggil orang lain yang berada di sekitar lokasi.

“Dia sempat melambai, saya kira manggil teman saya. Waktu saya buka gembok pagar, belum sempat ngomong apa-apa, dia langsung jatuh,” ungkap Sandi.

Sandi menegaskan, saat kejadian pagar masih tertutup dan ia belum sempat berinteraksi dengan korban. Korban diketahui belum pernah bekerja di tempat tersebut dan baru datang untuk keperluan persiapan kerja.

Warga yang melihat kejadian itu segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Petugas PAMAPTA III Polresta Samarinda langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Ipda Riyan Rizki Hidayat membenarkan adanya laporan warga terkait seorang pria yang ditemukan tergeletak di depan lokasi usaha.

“Korban datang ke lokasi dengan tujuan meminta pekerjaan. Namun saat berada di depan lokasi, korban tiba-tiba rebah dan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit.

“Secara kasat mata tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan awal korban meninggal karena sakit, namun penyebab pastinya masih dalam pendalaman,” tambah Riyan.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *