Samarinda, Busam.ID– Bocah 13 tahun asal Jalan Pinang Dalam RT 22 Desa Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara Kutai Timur, yang terseret air ketika bermain di Sungai Masabang Selasa lalu (28/12/21), setelah dua hari tiga malam tepatnya Kamis (30/12/21) akhirnya ditemukan. Jasad Hayyun ditemukan mengambang di Teluk Lombok Sangatta, kurang lebih 2 mil dari lokasi awal Hayyun terseret arus air sungai yang deras kala itu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hayyun pada Selasa (28/12/21) sekitar pukul 15.00 Wita atau jam 3 sore, bersama teman-teman sebayanya bermain di atas Sungai Masabang. Mereka bermain terjun bebas ke sungai yang pada saat itu airnya cukup deras setelah hujan panjang beberapa hari sebelumnya.
Ternyata Hayyun tidak cukup pandai berenang, hingga tidak bisa menepi. Tubuhnya kemudian terseret arus air sungai yang di permukaannya nampak tenang. Sempat menjulurkan tangannya tanda meminta pertolongan, Hayyun kemudian hilang tenggelam dan terbawa arus. HIngga kemudian ditemukan sudah tak bernyawa di kawasan Teluk Lombok Sangatta.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan beserta relawan yang dibantu Personil Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Sangatta, kemudian menyisir kawasan Sungai Masabang sampai ke Teluk Lombok selama dua tiga malam, sebelum akhirnya Kamis (30/12/21) malam menemukan jasad bocah cilik tersebut mengambang di permukaan laut.
Jasad Hayyun ditemukan sekitar 2 mil dari muara menuju ke arah Teluk Lombok, setelah ada laporan dari seorang anak buah kapal (ABK) salah satu kapal yang sedang melintas di perairan Sangatta menemukan jasad seorang anak yang mengambang di permukaan laut. Tim SAR dan gabungan serta relawan yang sudah stand by di sekitar lokasi, bergegas melucur ke lokasi dimaksud. Setelah memastikan jasad tersebut adalah Hayyun bocah yang tenggelam sejak Selasa (28/12/21) sore, Kordinator Pos SAR Sangatta Mardi Sianturi kemudian memberikan konfirmasi kebenaran adanya penemuan korban kepada tim media melalui telepon seluler.
“Untuk jasad korban sudah ditemukan. Jarak 2 mil dari muara ke arah Teluk Lombok, dan sementara ini tim sedang melakukan proses evakuasi,”ungkap Mardi.
Sekitar pukul 23.20 Wita, Tim SAR Gabungan bersama dengan Lanal Sangatta melalui Pos TNI AL Kenyamukan berangkat ke lokasi. Di sana mereka menemukan jasad Hayyun yang mengambang di permukaan.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kudungga untuk divisum. Dengan hasil tersebut maka proses pencarian pun resmi dihentikan.
“Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi pencarian dinyatakan ditutup,” ungkap Mardi.
Tim SAR Gabungan Sangatta yang terlibat dalam pencarian Hayyun diantaranya Basarnas, TNI AL, Polairud, Polsek Sangatta Utara, Polres Kutim, BPBD Kutim, Pemadam, PMI, Tagana, Orari, Rapi, Laskar Kebangkitan Kutai, masyarakat dan nelayan setempat. (mm/an)








