Busam.ID – Akibat melonjaknya harga minyak goreng di pasaran, Apical Group bekerjasam dengan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan Dinas Perdagangan Kaltim terus berupaya menyelenggarakan operasi pasar minyak goreng (migor) di beberapa pasar di kota Balikpapan dan Kota Samarinda untuk mempermudah masyarakat mendapatkan harga minyak goreng yang lebih terjangkau.
Untuk diketahui, kenaikan harga minyak goreng juga dipicu oleh naiknya harga CPO internasional yang cukup tinggi sehingga berdampak ke seluruh Indonesia khususnya Provinsi Kalimantan Timur. Pada 13 Januari 2022, harga migor curah telah mencapai Rp17900/liter, sedangkan migor kemasan sederhana mencapai Rp18500/liter dan migor kemasan premium Rp 20300/liter, di mana wilayah Kalimantan Timur ikut terkena imbas dari lonjakan harga.
Menurut Menteri perdagangan Muhammad Lutfi dalam persnya pada hari Selasa (04/01/22) silam, pemerintah akan menjamin ketersediaan minyak nabati dengan harga terjangkau melalui pengecer moderen maupun pasar tradisional.
Tingginya harga minyak nabati di pasar domestik diketahui juga didorong oleh rendahnya produksi minyak nabati seperti Crude Palm Oil (CPO) dan kenaikan harga minyak nabati. Hal ini yang memicu kenaikan harga di pasar internasional yang telah mencapai US$ 1.340 US per metrik ton.
“Kami bekerja sangat keras untuk mendukung pemerintah dan bekerja sama dengan semua anggota kami untuk memastikan ketersediaan minyak nabati dengan harga terjangkau dari pengecer moderen maupun tradisional. Saat ini Apical Group bersama dengan RNI secara aktif menunjukkan dukungannya di berbagai bidang yang membutuhkan operasi pasar ini,” ungkap Agus Suparjo selaku kepala cabang RNI wilayah Balikpapan.
Ini bukan pertama kalinya Apikal melakukan penjualan minyak ke masyarakat. Hal ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan Apical, setelah pada tahun 2021 lalu melakukan operasi pasar yang sama di berbagai wilayah di Sumatera, Kalimantan dan Jawa.
Head of Social Security and License Apical Group Balikpapan, M Jaya Budiarsa mengatakan peran pihaknya sebagai produsen minyak nabati adalah untuk dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Kegiatan yang merupakan salah satu program yang dibanggakan Apical. Kegiatan ini tidak hanya upaya dukungan untuk Pemerintah, tapi juga upaya langsung dan menyentuh kehidupan masyarakat yang membutuhkan komoditas ini melalui operasi pasar.
Hadir dalam distribusi migor curah di Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda yang turut difasilitasi Perumdam Varia NIaga, Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi serta beberapa unsur Muspika.
”Kami sangat senang produsen migor seperti Apical mendukung upaya ini. Bagi kami kegiatan ini memiliki tujuan yang baik untuk masyarakat yang membutuhkan. Kami akan terus berkoordinasi erat dalam kegiatan operasi pasar ini untuk memantau pasokan minyak nabati serta untuk menghindari kekurangan suplai di pasar tradisional yang membatasi satu orang hanya dua liter,” ucapnya.
Apical Group membuka operasi pasarnya di Pasar Pandansari dan Pasar Sepinggan di Kota Balikpapan, kemudian melanjutkan kegiatan pasar murahnya di kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Samarinda. Di Ibukota Kaltim ini, Apical mendistribusikan lebih banyak minyak goreng curah yang bersumber dari unit bisnisnya yang ada di Kota Balikpapan dengan harga HET sebesar Rp. 11.500 per liternya. (bkc/an)








