Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim memfokuskan pemeliharaan jalan provinsi menjelang arus mudik Lebaran. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas serta keselamatan masyarakat yang akan melakukan perjalanan.
Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menjaga kondisi infrastruktur tetap layak saat volume kendaraan meningkat.
“Dinas PUPR-PERA memprioritaskan pemeliharaan jalan provinsi yang menjadi jalur utama arus mudik bagi masyarakat,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Menurut Nanda -sapaan akrabnya- penanganan kerusakan jalan seperti lubang dilakukan secara cepat melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah I, II, dan III yang tersebar di berbagai daerah.
Ia menjelaskan, ketiga UPTD tersebut menjadi garda terdepan dalam pemeliharaan rutin infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, sumber daya air hingga fasilitas cipta karya di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
“Setiap unit kerja telah dilengkapi dengan Sub Bagian Tata Usaha dan Seksi Teknis untuk memastikan penanganan infrastruktur berjalan optimal,” katanya.
Dalam pembagian wilayah kerja, UPTD Wilayah I bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan di Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, serta Kabupaten Penajam Paser Utara. Sementara UPTD Wilayah II menangani kawasan Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu.
Adapun wilayah utara Kaltim yang meliputi Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang menjadi tanggung jawab UPTD Wilayah III. Tim di lapangan saat ini tengah melakukan pendataan terhadap seluruh titik kerusakan jalan provinsi untuk segera ditangani sebelum puncak arus mudik terjadi.
Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kondisi jalan rusak.
Selain itu, peralatan berat yang dibutuhkan untuk mendukung perbaikan juga telah disiagakan di masing-masing UPTD, sehingga dapat segera digunakan apabila terjadi kerusakan yang berpotensi mengganggu arus kendaraan.
Persiapan mudik juga diperkuat melalui koordinasi lintas instansi yang melibatkan lima pilar keselamatan lalu lintas, yakni Dinas PUPR, kepolisian, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta Dinas Kesehatan.
Melalui koordinasi tersebut, sejumlah posko mudik akan ditempatkan di titik-titik rawan dan diintegrasikan dengan pengawasan dari Satuan Lalu Lintas kepolisian serta Dishub setempat.
“Ruas-ruas jalan provinsi yang kondisinya sudah mantap terus dijaga kualitasnya agar tidak mengalami kerusakan mendadak saat dilintasi ribuan kendaraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, UPTD juga menyiagakan alat berat di beberapa titik strategis agar dapat segera melakukan penanganan apabila ditemukan kerusakan jalan secara mendadak di jalur mudik. (adit)
Editor: M Khaidir


