Samarinda, Busam.ID – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram (Kg) atau biasa disebut gas melon dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Samarinda menjelang Idulfitri. Selain sulit didapatkan, harga di tingkat pengecer dilaporkan sangat mahal, berkisar Rp35 ribu hingga mencapai Rp40 ribu per tabung.
Informasi tersebut disampaikan warga saat siaran langsung TikTok Busam.ID, yang menyebut kelangkaan terjadi di kawasan Jalan Suryanata, Makroman, Lempake, Jalan Pramuka hingga Sungai Dama.
Busam.ID kemudian menelusuri langsung ke salah satu lokasi di Jalan Suryanata dan mendapati harga gas melon dijual sekitar Rp38 ribu per tabung.
Seorang penjual eceran, Awana, mengatakan harga normal biasanya dijual sekitar Rp30 ribu per tabung, namun selama Ramadan menjelang Lebaran naik menjadi Rp35 ribu hingga Rp38 ribu. “Rame orang cari gas. Kami saja ambil dari Sanga-Sanga. 20 tabung kalau ada sehari langsung habis,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, menegaskan harga tinggi tersebut umumnya terjadi di tingkat pengecer, bukan di pangkalan resmi.
“Kalau beli di pangkalan rasanya tidak mungkin segitu. Perlu diingat gas melon ini untuk keluarga tidak mampu,” katanya, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga di pengecer dipengaruhi mekanisme pasar karena tidak ada pembatasan pembeli, sementara permintaan meningkat menjelang Lebaran. “Menjelang Lebaran stok konstan, tapi permintaan tinggi,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


