Jumlah Guru di Samarinda Tak Imbang, BKPSDM Khawatir Pengaruhi Kualitas Pendidikan

BusamID
Julian Noor. Ft by Dok. Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, Julian Noor, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ketidakseimbangan antara jumlah guru yang pensiun dan penerimaan guru baru di wilayah ibu kota Kaltim ini.

Menurut Julian, setiap tahun sekitar 300-320 guru memasuki masa pensiun, namun penerimaan guru baru di bawah angka tersebut.

Kondisi ini mengakibatkan kekhawatiran karena kebutuhan tenaga pendidik di Kota Samarinda tidak terpenuhi dengan memadai.

Dampaknya sudah mulai terasa di beberapa sekolah, di mana mencari guru pengganti mengalami kesulitan dan menyebabkan beban kerja berat bagi guru aktif.

Untuk mengatasi masalah ini, BKPSDM telah mengambil langkah-langkah seperti kampanye penerimaan guru yang lebih agresif, bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat untuk meningkatkan jumlah lulusan pendidikan, memberikan insentif dan fasilitas menarik bagi calon guru, serta penerimaan PPPK yang ada turut membantu.

Pihak BKPSDM berkomitmen menyelesaikan masalah ini dengan berbagai strategi yang telah direncanakan, tetapi membutuhkan peran serta dari masyarakat, pemerintah dan institusi pendidikan.

“Saat ini di Kota Samarinda tercatat ada 3643 guru yang aktif, dan untuk tahun 2023, formasi PPPK Tenaga Guru ditargetkan 2323 orang,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan dari pemerintah pusat dan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang agar ketahanan sumber daya manusia di bidang pendidikan tetap terjaga.

“Kurangnya guru di Kota Samarinda perlu segera ditangani dengan upaya bersama untuk tetap memberikan kualitas pendidikan yang baik bagi para generasi penerus bangsa,” tutup Julian. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *