BusamID – Bulan Juni 2022 yang tinggal tiga bulan lagi, merupakan tahapan awal Pemilu 2024. Hal itu disampaikan anggota Bawaslu Kaltim M Ramli pada media, usai diskusi Bawaslu Kaltim dengan awak media di ruang serbaguna Swiss-Belhotel Samarinda Rabu (16/03/22).
Tahun 2024 masyarakat bakal merayakan pesta demokrasi yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Karenanya Bawaslu Kaltim berharap para perserta pemilu dan masyarakat bisa ikut ambil bagian dalam mengawasi proses jalannya pemilihan umum.
“Masyarakat, khususnya para perserta pemilu bisa ikut membantu mengawasi sehingga pelaksanaannya nanti bisa berjalan tertib dan lancar,” cetus M Ramli, Ketua Bidang Kehumasan Bawaslu Kaltim.
Dikatakannya lagi, pada tahapan pelaksanaan Pemilu seringkali muncul polemik. Yang paling sering terjadi mengenai daftar nama pemilih di mana ada warga yang namanya belum terdaftar.
“Nah di sini seharusnya para perserta pemilu dan masyarakat bisa ikut memperhatikan. Apabila ada anggotanya, atau namanya tidak tertera pada daftar nama pemilih yang biasanya sudah dipajang di tempat-tempat strategis, bisa segera dilaporkan ke petugas sebelum pencoblosan berlangsung, sehingga bisa segera bisa dilakukan perbaikan,” tuturnya.
“Bulan Juni 2022 tahapan sudah dimulai. Memang ada perubahan, baik itu menyangkut pembiayaan maupun secara teknis pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi pandemi,” tukasnya.
Berkaitan dengan teknis pelaksanaanya, berkaitan dengan pengalaman pemilu sebelumnya, dimana banyak petugas PPS yang meninggal dunia, menurut Ramli, ada opsi yang kemungkinan dilakukan. Yaitu menambah insentif petugas atau penyederhanaan sistem.
Pada acara tersebut selain menjelaskan teknis pelaksanaan pemilu dan persiapan Bawaslu Kaltim menghadapi Pemilu serentak tahun 2024 nanti, ia juga mengharapkan adanya kerjasama harmonis antara pihak Bawaslu dan media sehingga informasi yang ingin disampaikan bisa cepat tersalurkan ke masyarakat. (bkc/an)








