Samarinda, Busam.ID – Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi perubahan kondisi air baku seiring meningkatnya kadar klorida di Sungai Mahakam.
Dalam informasi pelayanan yang disampaikan Perumdam Tirta Kencana, kadar klorida Sungai Mahakam saat ini bergerak dari kondisi normal menuju kondisi waspada. Situasi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan.
Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Haidir Fadli, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kualitas air baku dan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kebutuhan air masyarakat.
“Untuk kondisi kadar klorida di Sungai Mahakam saat ini sudah masuk perhatian kita. Karena itu, kami menyiapkan beberapa langkah antisipasi agar kebutuhan air masyarakat tetap bisa terpenuhi,” ujar Haidir.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni pemanfaatan terminal umum yang berada di masjid, musala maupun tempat ibadah dengan kapasitas tampungan air besar. Fasilitas tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat sebagai tempat menampung air selama kondisi pelayanan mengalami penyesuaian.
Masyarakat yang memiliki terminal umum dengan endapan juga diminta membersihkannya terlebih dahulu. Setelah bersih, tempat penampungan tersebut dianjurkan diisi penuh selama aliran air masih tersedia.
Selain terminal umum, Perumdam Tirta Kencana juga menyiapkan terminal IPA di IPA Palaran dan IPA Pulau Atas. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan warga sekitar untuk mengambil air yang digunakan khusus untuk kebutuhan minum dan memasak.
“Untuk masyarakat di sekitar IPA Palaran dan IPA Pulau Atas, terminal IPA juga sudah disiapkan apabila diperlukan untuk kebutuhan air minum dan memasak,” jelas Haidir.
Sementara untuk kebutuhan air tangki, permintaan pengisian pada terminal umum akan dilakukan secara terpusat melalui Satgas sesuai arahan. Langkah tersebut dilakukan agar pendistribusian air dapat lebih terkoordinasi di tengah kondisi sumber air baku yang masih dipantau.
Haidir mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap melakukan persiapan dengan menampung air selama aliran masih tersedia. Penggunaan air juga diminta dilakukan secara bijak untuk mengantisipasi apabila kondisi kualitas air baku semakin menurun.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap melakukan langkah antisipasi dengan menampung air terlebih dahulu dan menghemat penggunaannya. Kondisi ini terus kami pantau dan operasional akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas air baku,” pungkasnya.(Adit/adv)
Editor: M Khaidir


