Waspada Karhutla, Pemkot Samarinda Siapkan CCTV hingga Opsi TMC

Busam ID
Andi Harun bersama Kepolisian dan BPBD saat memantau karhutla di Samarinda beberapa waktu lalu. Foto: dok. pribadi

Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau. Langkah ini dilakukan menyusul sejumlah kebakaran yang diduga dipicu oleh aktivitas manusia.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan kondisi karhutla saat ini membuat pemerintah daerah berada dalam posisi siaga.

“Kita sudah berada di posisi siaga soal kebakaran lahan atau karhutla,” kata Andi Harun.
Ia menyebut sebagian besar kebakaran lahan yang terjadi di Samarinda diduga bukan akibat faktor alam. Pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar disebut menjadi salah satu penyebab.

“Mayoritas lahan yang terbakar itu tidak terbakar secara alami. Mayoritas dilakukan oleh oknum-oknum yang secara sengaja melakukan perbuatan itu,” ucap AH -sapaan akrabnya-.

Dugaan pembakaran secara sengaja tersebut kini tengah ditindaklanjuti kepolisian. Dirinya menyebut terdapat sekitar lima hingga enam orang yang telah menjalani pemeriksaan intensif terkait sejumlah kasus karhutla.

“Sudah ada kurang lebih lima sampai enam orang diperiksa secara intensif,” bebernya.
Pemkot Samarinda juga mengoptimalkan kamera pengawas untuk membantu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan di lokasi rawan kebakaran.

“Ada beberapa yang kita tangkap melalui CCTV,” jelasnya.
Menurutnya, hampir 200 unit CCTV telah tersebar di sejumlah kawasan Samarinda. Kamera tersebut berasal dari berbagai program, termasuk Probebaya dan sistem pemantauan kota.

“Hampir 200 unit yang tersebar sehingga bisa melakukan identifikasi awal,” paparnya.
Selain mengandalkan pemantauan aparat, orang nomor satu di Kota Tepian tersebut mengajak masyarakat ikut memperkuat pengawasan di lingkungan masing-masing, khususnya kawasan yang rawan pembakaran lahan.

“Mari patrolinya itu ditingkatkan di level masyarakat,” serunya.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda tengah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara untuk menjajaki penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

“Beberapa hari terakhir kami melakukan kontak secara sangat intens,” tuturnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk melihat peluang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca guna membantu mengatasi kondisi kering di Samarinda.

“Untuk kita lihat kemungkinan bisa dilakukannya modifikasi cuaca di Samarinda,” lanjutnya.
Namun, TMC belum bisa langsung diterapkan karena kondisi awan di wilayah Samarinda belum cukup mendukung proses penyemaian.
“Gumpalan awan kita tidak cukup untuk dilakukan persemaian garam,” terangnya.

Pemkot masih memantau perkembangan awan potensial dari wilayah sekitar, termasuk Berau. Anggaran untuk pelaksanaan TMC juga telah disiapkan jika kondisi atmosfer nantinya memungkinkan.

“Begitu nanti di Samarinda bisa, kita sudah siapkan anggarannya,” ungkapnya.

Untuk sementara, Pemkot Samarinda mengandalkan patroli lapangan, pemantauan CCTV, keterlibatan masyarakat serta penegakan hukum untuk menekan potensi karhutla. Opsi TMC juga tetap disiapkan sebagai langkah tambahan apabila kondisi cuaca mendukung.(Adit/adv)

Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *