Samarinda, Busam.ID – Kalimantan Timur kini memiliki sembilan tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di kabupaten/kota, guna meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat penanganan insiden siber yang bisa mengganggu layanan publik maupun sistem pemerintahan.
Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyebut tinggal Penajam Paser Utara (PPU) yang belum diresmikan. “Harapannya segera disegerakan agar Kaltim memiliki 10 tim CSIRT di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya dalam Sosialisasi Security Awareness Keamanan Siber di Aula Inspektorat Daerah Kaltim, Rabu (3/9/2025).
Faisal menjelaskan, sejak 2021 Kaltim sudah lebih dulu membentuk CSIRT di tingkat provinsi dan menjadi provinsi ke-13 di Indonesia yang memiliki tim tanggap insiden keamanan siber.
Ke depan, seluruh CSIRT kabupaten/kota akan dilaunching secara resmi agar bisa beroperasi optimal dan terintegrasi dengan baik.
Selain di daerah, Faisal juga berharap pembentukan CSIRT bisa diperluas hingga ke tingkat perangkat daerah (OPD). Hal ini agar aparatur lebih sadar pentingnya keamanan informasi dan mampu melakukan langkah pencegahan maupun penanganan insiden siber.
“Jika CSIRT sudah menyeluruh, maka tidak hanya pemerintah yang terlindungi, tetapi juga masyarakat bisa mendapatkan edukasi langsung terkait keamanan informasi digital,” tutupnya.(uca/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


