Samarinda, Busam.ID – Sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya di Desa Loa Duri Ulu, menghadapi tantangan besar dalam hal regenerasi petani.
Ketua Kelompok Tani dan Ternak Karya Bersama, Supardi, mengungkapkan bahwa mayoritas petani saat ini sudah berusia lanjut, sementara generasi muda lebih tertarik pada pekerjaan di sektor lain, seperti tambang dan proyek-proyek besar.
“Banyak dari mereka yang enggan memilih pertanian karena dianggap pekerjaan yang berat dan tidak menghasilkan banyak,” ujar Supardi pada Selasa (19/11/2024).
Namun, Supardi mengajak generasi muda, terutama petani milenial, untuk mulai melirik sektor pertanian yang kini semakin modern dan penuh potensi. Ia menyarankan agar generasi muda menggunakan teknologi dan alat modern untuk meningkatkan efisiensi dalam bertani.
“Sekarang sudah ada alat modern seperti mesin tanam atau transplanter yang membuat kerja petani jadi lebih efisien. Kami ingin memperkenalkan teknologi pertanian yang dapat memaksimalkan hasil dengan kerja yang lebih ringan. Selain itu, dengan kemajuan digital dan internet, sekarang petani bisa bergabung di berbagai grup dan saling bertukar informasi tentang jenis tanaman yang paling menguntungkan di setiap daerah,” kata Supardi.
Lebih lanjut Supardi juga menekankan pentingnya melihat peluang dan potensi yang ada di sektor pertanian, terutama di desa mereka yang memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan dan peternakan.
Ia berharap agar generasi muda bisa melihat pertanian sebagai sebuah peluang bisnis yang menguntungkan, dan bukan hanya sebagai pekerjaan yang melelahkan.
“Kami ingin desa ini menjadi lumbung padi, peternakan, dan pangan. Itu harapan kami ke depan, dan kami mengajak generasi muda untuk ikut serta dalam mewujudkan hal itu,” tandasnya. (azmi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


