Penyelenggaraan Kaltim Film Festival 2021 Dipertanyakan

BusamID
Penyelenggaraan Kaltim Film Festival 2021 Dipertanyakan. Ilustrasi: Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Digebernya Festival Film Kaltim 2021 di penghujung tahun November-Desember ini, sebenarnya memberi kabar gembira yang menyemangati seluruh pelaku seniman sineas dan film maker di Kalimantan Timur. Sayangnya, sebelum hari H pelaksanaan KFF 2021, telah muncul sejumlah pertanyaan berkenaan kejujuran dalam penyelenggaraan festival. Sebagaimana dirangkum Busam.ID berikut.

Saat berita ini dibuat, telah terbit via akun instagram @kaltimfilmfestival_2021 yang mengunggah 20 Nominasi Film Pendek telah lolos kurasi. Beberapa diantaranya bertajuk Balada Romansa Bujang, Bescov, Besok Pulang, Setawar, Bungkam, Four Horsemen, Renjana, Ranam dan 12 Film Pendek lainnya.

20 Film Pendek Lolos Kurasi KFF 2021. Sumber: @kaltimfilmfestival_2021

Ke-20 film pendek yang masuk nominasi KFF 2021 itu, segera memicu berbagai komentar dan kritikan netizen sebagai miss komunikasi antara peserta dengan panitia penyelenggara.

“Buat finalis 20 besar jangan berbangga hati, kalian hanya umpan wkwkw…sdh ada namanya semua,” tulis akun @lisnarahmawati2021.

Komentar Salah Satu Netizen. Source: @kaltimfilmfestival_2021

“Kalo yg udah pro liat sistemnya gini pasti diketawain aja, bubarin aja ini KFF. Mending buat kompetisi lomba adzan aja ga usah buat festival film,” komentar @raihan.ar17.

Komentar Salah Satu Netizen. Source: @kaltimfilmfestival_2021

Banyaknya komentar netizen baik kritik maupun saran terhadap penyelenggaraan KFF 2021, membuat tim redaksi Busam.ID mencoba menelusuri titik permasalahan yang disuarakan. Dari beberapa data pendukung yang ditelusuri, didapat beberapa poin kejanggalan dalam seleksi even tersebut.

Syarat dan Ketentuan KFF 2021. Sumber: @kaltimfilmfestival_2021

Poin pertama adalah perbedaan atau ketidaksesuaian data antara Link Google drive yang diisi oleh pegiat sineas dengan data yang masuk ke nominasi dan yang telah lolos kurasi.

Kedua tim Busam.ID menemukan adanya indikasi kejanggalan di mana karya yang seharusnya tidak masuk kategori untuk lolos persyaratan seperti tahun maksimal produksi, dapat lolos proses kurasi hingga masuk Official Selection. Berdasarkan informasi, film pendek yang dapat dilombakan adalah produksi yang dilakukan 3 tahun terakhir, atau maksimal adalah tahun 2019.

Ketiga tim Busam.ID menemukan indikasi salah satu panitia even tersebut (AS) yang juga ikut serta dalam lomba dan masuk nominasi official selection. Di mana pun ajang lomba maupun even, panitia yang terdaftar tidak boleh ikut bertanding atau merangkap sebagai peserta. Jika ingin turut bertanding, maka dia harus menanggalkan identitasnya sebagai panitia.

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik. Foto: Istimewa

Melalui panggilan telepon, tim Busam.ID menghubungi Awang Khalik panitia KFF 2021 yang juga perwakilan Dispar Kaltim di ajang tersebut. Awang Khalik menanggapi tiga poin kejanggalan yang disuarakan netizen dan pesera KFF 2021.

“Untuk poin pertama mas, memang benar bahwa tidak seluruh karya dikirimkan melalui formulir pendaftaran. Ada beberapa peserta yang kesulitan untuk mengisi form tersebut karena jaringan dan lain hal sehingga link film pendek yang dilombakan dikirim melalui pesan pribadi yaitu Whatsapp maupun e-mail. Untuk poin kedua, film pendek tersebut memang pada dasarnya dibuat tahun 2017-2018, namun menurut kami selaku panitia, film tersebut dinilai sebagai karya yang masih pantas untuk diikutsertakan dan lagi karya tersebut merupakan titik balik bangkitnya sineas-sineas muda terutama di Kaltim,” jelas Awang.

Ketika disinggung perihal panitia yang ikut lomba (AS), Awang nampak terkejut dan menjawab baru mengetahuinya. AS selaku panitia KFF 2021, turut melombakan karyanya bertitel Renjani dan masuk kurasi.

“Saya baru tahu lho mas, terima kasih atas informasinya. Mungkin nanti film pendek tersebut akan kami jadikan atensi khusus karena saya juga baru tahu sekarang ini ada panitia yang ikut lomba,” imbuhnya.

Sebelum menutup percakapan, Awang mengharapkan agar netizen, peserta dan masyarakat pemerhati untuk ikut mengawasi penyelenggaraan even, serta tak segan melontarkan kritik, saran dan masukan sebagai bahan evaluasi pihaknya dalam penyelenggaraan even yang lebih baik ke depannya.

Terkait hal tersebut, penyelenggara even serta Dinas Pariwisata akan mengadakan sebuah Press Conference pada tanggal 12 Desember 2021, berlokasi di Zoom Hotel Jl Mulawarman Samarinda. (ryan/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *