‘Koq Konten Horor Laku Keras di Indonesia Sich…’

BusamID
Ilustrasi Horor. Design by Ryan/Busam.Id

By Ryan GS

Sangat banyak konten horor yang beredar di Indonesia, baik berupa film pendek di layar kaca, film di bioskop, maupun yang hanya berbentuk cerita di berbagai forum.

Menonton ataupun mendengar cerita horor, memang mempunyai genre tersendiri di masyarakat.

Rasa penasaran yang menggebu-gebu atas apa yang terjadi di konten tersebut, membuat banyak masyarakat Indonesia secara tidak langsung menikmati setiap konten beredar.

Poster KKN Desa Penari. Ft by Hotstar

Contoh saja seperti KKN Desa Penari yang berasal hanya dari sebuah thread di forum Kaskus, hingga bisa menembus pasar perfilman Indonesia dengan total 10 Juta penonton. Selain itu ada juga Pengabdi Setan yang menyentuh angka hingga 6 Juta penonton.

Penulis pun membuat opini, beberapa alasan kenapa masyarakat Indonesia sangat menyukai konten horor.

Berikut 3 alasan banyaknya masyarakat Indonesia menyukai konten horor yang Busam.ID rangkum.

1. Masih Banyak yang Percaya Takhayul

Ilustrasi kamar mayat. Ft by Kumparan

Tidak dipungkiri, dengan budaya kita yang beragam. Sangat banyak masyarakat Indonesia yang sampai sekarang masih percaya dengan cerita-cerita Takhayul.

Tidak perduli orang tersebut berasal dari background apapun. Meskipun yang diceritakan merupakan cerita nyata ataupun cerita yang dibuat-buat pasti masih terdapat beberapa orang yang percaya.

Penulis beri contoh, sangat banyak dari kita yang percaya kalau bagian yang menyeramkan dari Rumah Sakit adalah kamar mayat.

Masih banyak dari kita yang percaya kalau ada proyek besar pasti ada seseorang untuk ditumbalkan atau bahasa lainnya adalah tumbal proyek.

Kemudian masih banyak dari kita yang percaya kalau rumah bekas pembunuhan pastilah berhantu.

Contoh lainnya seperti kepercayaan akan adanya dukun. Pengobatan yang tidak diketahui asal-usulnya seperti batu ponari, bahkan mungkin cara kita menanggapi fenomena perubahan alam yang selalu saja dikaitkan dengan hal mistis.

Hal-hal di atas itulah yang menjadikan kepercayaan orang Indonesia akan cerita mistis atau horor menjadi kuat.

Ditambah dengan kita dibesarkan sejak kecil hingga besar berada di lingkungan yang selalu beredar cerita-cerita seperti itu.

2. Kepercayaan Agama Yang Sangat Kental dan Kuat

Ilustrasi pengusiran setan. Ft by Pinterest

Harus kita akui, bahwa Indonesia memiliki mayoritas orang dengan kepercayaan agama yang kuat.

Dalam agama Islam, sosok hantu seperti pocong, kuntilanak, genderuwo dan lain-lain bisa menjadi merupakan perwujudan dari setan dari golongan bangsa jin.

Sedikit mirip dengan apa yang diajarkan dalam agama Islam. Dalam agama Kristen, hantu disebut sebagai makhluk spiritual atau roh jahat yang sedang menyamar menjadi sosok yang menyeramkan. Bahkan dalam agama Kristen hingga kini dikenal dengan istilah pengusiran setan.

3. Banyaknya Film Horor di Indonesia yang Beredar

Screenshoot film horor Indonesia. Ft by Google Search

Indonesia diketahui sudah memproduksi puluhan, bahkan mungkin ratusan film dari berbagai genre. Mulai dari genre aksi, romantis, komedi, hingga genre horor.

Namun dari banyaknya genre beredar, genre horor merupakan salah satu genre yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia.

Apalagi dengan munculnya seorang sutradara kondang Joko Anwar dengan karyanya yang sangat luar biasa di layar lebar, menjadikan film-film garapannya dengan genre horor seperti film papan atas di Hollywood.

Tak hanya itu, ketika kita disuruh menyebutkan 5 film Indonesia dengan genre aksi, pasti tidak akan semudah ketika disuruh menyebutkan 5 film Indonesia dengan genre horor. Silahkan sobat BusamID coba sebutkan deh!

Penulis rasa 3 alasan di atas cukup menjabarkan bagaimana alasan dan minat warga Indonesia terhadap konten mistis atau horor.

Silahkan komentar, mungkin sobat BusamID punya alasan tersendiri, kenapa menyukai konten horor?

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *