Samarinda, Busam.ID – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat koordinasi dengan KORMI Kota Bontang untuk mendorong perkembangan olahraga masyarakat agar semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja dan silaturahmi Ketua KORMI Provinsi Kaltim, Hj. Sarifah Suraidah Harum, ke KORMI Kota Bontang di Anjungan Resto Bontang, Jumat (11/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang bertukar informasi mengenai perkembangan olahraga masyarakat di Bontang sekaligus membahas peluang kolaborasi antara pemerintah daerah, KORMI, Induk Organisasi Olahraga (Inorga), dunia usaha hingga komunitas.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bontang Eko Mashudi, jajaran pengurus KORMI Bontang serta perwakilan sejumlah Inorga, di antaranya Perwatusi, FESPATI, KOSTI, IESPA, PORTINA, ILDI, IOSKI, ULD, PELANGI dan FORSPEK.
Perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Bontang juga hadir sebagai bagian dari unsur dunia usaha yang diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pengembangan olahraga masyarakat.
Sarifah mengatakan penguatan olahraga masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui banyaknya kegiatan. Menurutnya, kelembagaan dan administrasi KORMI maupun Inorga juga harus dibenahi agar seluruh organisasi dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Kita ingin KORMI semakin kuat, bukan hanya dalam kegiatan, tetapi juga dalam kelembagaannya. Administrasi harus rapi dan tertata agar kita bisa bergerak lebih baik ke depan,” ujar Sarifah.
Ia berharap pembenahan tersebut dapat membuat koordinasi antara KORMI, Inorga dan berbagai pihak terkait semakin efektif.
Selain aspek kelembagaan, pembahasan juga diarahkan pada bagaimana olahraga masyarakat bisa hadir sebagai bagian dari aktivitas keluarga, terutama bagi anak-anak.
KORMI Kaltim mendorong agar semakin banyak ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bergerak, bermain dan berinteraksi. Langkah tersebut sekaligus diharapkan menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai.
“Anak-anak perlu lebih banyak ruang untuk bergerak dan bermain. Kita ingin olahraga menjadi kegiatan yang menyenangkan, sehingga mereka tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga tumbuh dengan kebiasaan hidup yang sehat dan positif,” katanya.
Menurut Sarifah, pengembangan olahraga masyarakat membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, KORMI, Inorga, dunia usaha dan komunitas perlu terus diperluas.
Kehadiran Dispora Kota Bontang dan PKT dalam pertemuan tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem olahraga masyarakat yang berkelanjutan.
KORMI Kaltim dan KORMI Bontang berharap kolaborasi tersebut dapat melahirkan lebih banyak kegiatan olahraga yang mudah dijangkau dan dapat diikuti berbagai kelompok masyarakat.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, olahraga masyarakat diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan atau perlombaan tertentu, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
KORMI Kaltim pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong olahraga masyarakat agar semakin inklusif, menyenangkan dan dekat dengan masyarakat di seluruh daerah.(Adit)
Editor: M Khaidir


