Samarinda, Busam.id – Sebuah akun Twitter yang dikaitkan dengan bakal calon presiden telah menjadi pusat perhatian setelah menggunakan logo resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai foto profilnya.
Penggunaan logo tersebut dianggap melanggar etika dan peraturan yang berlaku.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kaltim, Muhammad Faisal, telah memberikan teguran kepada akun tersebut.
Namun, hingga saat ini, pemilik akun tersebut belum merespons teguran tersebut.
Menurut Faisal, penggunaan logo resmi pemerintah seharusnya tidak boleh terjadi berdasarkan aturan dan etika yang berlaku. Logo tersebut secara kuat terkait dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Itu adalah logo merek Pemerintahan, jadi aturannya hanya dapat digunakan untuk kegiatan resmi atau non resmi yang diselenggarakan oleh Pemprov Kaltim, bukan oleh lembaga, organisasi, atau komunitas lain. Terlebih lagi jika digunakan untuk kepentingan politis, Pemprov Kaltim harus menjaga netralitasnya,” kata Faisal.
Dinas Komunikasi dan Informasi Kaltim telah memberikan teguran terkait penggunaan logo resmi ini, namun hingga saat ini, belum ada perubahan.
“Staf saya secara resmi melalui akun Diskominfo Kaltim sudah mengingatkan dan memberikan waktu untuk mengganti logo tersebut, tetapi tampaknya hingga sekarang belum ada tanggapan,” tambahnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melalui Diskominfo Kaltim, berencana untuk segera berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Provinsi Kalimantan Timur (Kesbangpol Kaltim) untuk menindaklanjuti masalah ini.
Akun Twitter ini dibuat pada bulan Desember 2022 dan memiliki 1.219 pengikut. Nama yang digunakan adalah “Kalimantan Timur,” dengan nickname “KaltimForGanjar.”
Pada foto sampul akun tersebut terdapat gambar Danau Labuan Cermin, sementara foto profilnya menggunakan logo resmi Pemprov Kaltim.
Meskipun sudah ada teguran resmi, pemilik akun hingga saat ini belum mengganti logo tersebut.
Sejak dibuat, akun ini telah mengirimkan 943 cuitan yang membahas salah satu pasangan calon dalam konteks pemilihan presiden. (ADV/RY/DISKOMINFOKALTIM)
Editor: M. Khaidir








