Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

Busam ID
Proses evakuasi jasad HK (37) usai ditemukan meninggal dunia di tempat tinggalnya Jalan Cipto Mangunkusumo, Jumat (27/2/2026). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Ketidakhadiran seorang pria lanjut usia ke masjid selama beberapa hari rupanya menjadi pertanda yang tak disadari sejak awal. Warga RT 19, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, baru benar-benar tersadar ada yang tak beres ketika aroma menyengat menyeruak dari sebuah bangunan kontrakan di bagian belakang.

Pria berinisial HK (73) itu ditemukan telah meninggal dunia seorang diri di kamar mandi rumahnya, Jumat (27/2/2026). Ia diduga sudah mengembuskan napas terakhir sekitar 4 hingga 5 hari sebelum ditemukan.
Kecurigaan bermula dari bau tak sedap yang semakin hari semakin kuat. Ketua RT 19, Aziz, mengatakan laporan pertama datang dari istrinya. “Saya dikasih tahu istri soal bau itu. Saya langsung ke rumahnya, gedor pintu depan, tapi tidak ada jawaban,” tuturnya.

Tak mendapat respons, Aziz berinisiatif memeriksa bagian belakang rumah. Di sana, kondisi sudah tak biasa. Lalat beterbangan, bau semakin menyengat, dan pintu belakang tampak sedikit terbuka. “Saya panggil 2 warga untuk memastikan. Waktu dilihat ke dalam, korban sudah tergeletak,” ujarnya.

HK ditemukan dalam posisi telentang di lantai kamar mandi, dengan kepala sedikit bersandar pada dinding. Kondisi jasad yang mulai membusuk menguatkan dugaan ia telah meninggal beberapa hari sebelumnya.

Selama ini, HK diketahui tinggal sendiri di bagian belakang bangunan, terpisah dari unit kontrakan di depan. Anak-anaknya tidak menetap bersamanya. Meski hidup seorang diri, ia dikenal warga sebagai sosok yang cukup aktif saat sehat.

“Biasanya kalau kondisinya baik, sering terlihat jalan ke masjid. Tapi beberapa hari terakhir memang tidak kelihatan,” tambah Aziz.

Laporan warga langsung ditindaklanjuti aparat dari Polresta Samarinda. Pamapta II, Ipda Ilham Satria Brajanata, membenarkan pihaknya menerima informasi penemuan jasad lansia tersebut. “Dari pemeriksaan awal dari tim Inafis tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban,” ujarnya.

Petugas bersama tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie untuk menjalani visum. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *