Samarinda, Busam.tv – Fighter asal Samarinda dari Akademi Rajawali Muaythai, Sarwo Edhi berhasil memenangkan pertandingan One Pride MMA FN 47 setelah lawannya Sandi Prima didiskulafikasi dari pertandingan.
Sandi Prima didiskualifikasi dari pertandingan pasalnya dirinya melakukan kesalahan pada saat pertandingan berlangsung. Ia memberikan pukulan di bagian tubuh yang dilarang dalam aturan One Pride.
Kejadian tersebut berlangsung saat pertandingan baru berjalan rounde pertama. Sebelum memasuki menit ke 1, pertandingan akhirnya dihentikan akibat kelalaian yang dilakukan oleh Sandi Prima.

Coach Sudirman Akbar, selaku manajemen dari fighter Sarwo Edhi mengkonfirmasi bahwa pertandingan itu dihentikan dikarenakan fighter atas nama Sandi Prima memberikan pukulan di kepala bagian belakang dari Sarwo Edhi sehingga dengan spontan wasit yang memimpin pertandingan langsung memberhentikan pertandingan.
“Iya kejadiannya baru rounde pertama. Belum sampai satu menit pertandingan langsung dihentikan karena ada pukulan mengenai kepala belakang dan itu dilarang,” ucap Coach Sudirman.
Ia menyebutkan akibat kejadian itu, Sarwo langsung terjatuh dan tim medis langsung membawanya ke luar oktagon. Lawan tarung dari Sarwo Edhi diberikan kartu kuning dan langsung didiskualifikasi dari pertandingan.

“Sudah diberi kartu kuning dan langsung didiskualifikasi dari pertandingan. Otomatis kita yang menang,” tuturnya.
Sudirman melanjutkan petarung sempat mengalami penanganan ekstra. Petugas medis yang tanggap memberikan oksigen, merasa butuh penanganan lanjut Sarwo lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Tim medis langsung bergerak cepat. Mereka langsung amankan Edhi ke rumah sakit,” pungkasnya.
Dilain kesempatan, fighter Sarwo Edhi memberikan keterangan setelah kejadian itu pihak manajemen dari fighter Sandi Prima sempat memberikan pernyataan terkait peristiwa itu yang mengganggap hal itu diluar dugaan dan merupakan sebuah kecelakaan tanpa unsur kesengajaan.
“Setelah selesai pihak Sandi Prima juga sudah berikan pernyataan. Kejadian itu diluar kendali, dan tidak ada unsur kesengajaan,”tutupnya. (*)(Kaka Nong/Tw)








