Material Terbakar di Eks TPA Bukit Pinang 90 Persen Berbahan Plastik

BusamID
Eks TPA Bukit Pinang. Ft by Dok. Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Rencana untuk mengubah eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), dengan metode reklamasi menutupi lahan terbakar dengan tanah, menarik perhatian publik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Endang Liansyah, menjelaskan bahwa keputusan ini bukan semata-mata karena alasan estetika, tetapi juga mempertimbangkan sifat sampah yang telah terbakar.

Endang memaparkan alasan di balik pemilihan metode reklamasi ini, dengan menegaskan bahwa sekitar 90 persen sampah yang terbakar di TPA Bukit Pinang terbuat dari plastik atau bahan-bahan yang sulit terurai meski pun telah terbakar.

“Sampah jenis ini, ketika terbakar, akan meninggalkan residu yang mencemari lingkungan dan berpotensi merusak kesehatan masyarakat,” paparnya.

Namun, ada pengecualian bagi sampah organik, seperti daun atau pohon, yang ketika terbakar dapat menjadi kompos dan kemudian memberikan manfaat bagi tanah.

“Proses kompos ini memungkinkan tanah menjadi subur dan mendukung pertumbuhan tanaman, menciptakan area yang hijau dan produktif,” terang Endang Liansyah.

Ditambahkan, reklamasi menutup eks TPA Bukit Pinang dengan lapisan tanah setebal setengah hingga 1 meter, atau yang dikenal sebagai ‘blending’ akan menciptakan lapisan penutup yang aman dan stabil.

“Ini tidak hanya akan mencegah pencemaran lebih lanjut yang dapat timbul dari sampah terbakar, tetapi juga membantu menciptakan dasar yang kuat untuk mengubah area ini menjadi RTH yang bermanfaat,” tambahnya.

Keputusan ini bukan hanya tentang mengubah eks TPA menjadi area hijau yang indah, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Endang juga menekankan bahwa tindakan ini sejalan dengan visi Kota Samarinda yang lebih hijau, bersih dan sehat.

“Transformasi eks TPA Bukit Pinang menjadi RTH adalah contoh nyata bagaimana sampah yang sulit terurai dapat menjadi peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik,” tutupnya.

Upaya ini juga menggarisbawahi pentingnya kebijakan daur ulang dan pengurangan penggunaan plastik untuk mengurangi dampak buruknya pada lingkungan. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *