MBG Belum Menjangkau Seluruh Sekolah di Samarinda, Ini Kendalanya

Busam ID
para siswa saat menikmati MBG di salah satu sekolah di Samarinda. Foto by Uca/Busam.Id

Samarinda, Busam.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum menjangkau seluruh sekolah di Samarinda. Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda, Hariyono, menjelaskan keterlambatan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor teknis di tingkat mitra dan dapur SPPG.

“Kami bekerja sama dengan mitra. Mitra wajib menyiapkan sarana, prasarana, dan infrastruktur. Di Samarinda masih ada mitra yang belum menyelesaikan renovasi infrastrukturnya,” ujar Hariyono, saat dikonfirmasi Busam.ID, Jumat (6/2/2026).

Selain itu, ia menjelaskan 1 SPPG hanya mampu melayani maksimal 3.000 porsi per hari. Sejumlah SPPG yang sudah beroperasi telah mencapai kapasitas maksimal, sementara yang lain masih bertahap menaikkan porsi layanan.

Menurutnya, untuk wilayah seperti Kecamatan Sungai Kunjang, barangkali distribusi belum bisa dilakukan sekaligus karena peningkatan porsi harus melalui tahapan administrasi, termasuk pemenuhan standar higiene dan sanitasi (SLHS).

“SPPG tidak bisa langsung menaikkan porsi. SLHS harus terbit dulu baru bisa tambah porsi,” jelasnya.
Faktor lain yang memengaruhi adalah jarak layanan. SPPG hanya dapat melayani sekolah dalam radius maksimal 6 kilometer dari dapur operasional. Jika sekolah berada di luar jangkauan, maka belum bisa disasar.

Saat ini, Samarinda memiliki sekitar 40 SPPG yang sudah operasional. Dari jumlah tersebut, 26 SPPG telah mengantongi SLHS, sementara sisanya masih dalam proses pengurusan. “Kalau 84 SPPG berdiri di Samarinda insyaallah sekolah menerima manfaat tercover semua,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *