Samarinda, Busam.id – Sudarman, seorang akademisi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap literasi, menyatakan bahwa membaca bukan semata-mata sebuah hobi.
Pernyataan ini mencerminkan pendapatnya terhadap literasi sebagai suatu keharusan dan aspek integral dalam kehidupan seseorang.
Dalam pandangannya, Sudarman menjelaskan bahwa membaca bukan hanya sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang, tetapi merupakan investasi bagi pengembangan diri dan masyarakat.
“Literasi membuka jendela dunia pengetahuan, mengasah daya nalar, dan membangun fondasi kecerdasan,” ungkapnya.
“Jadi, membaca itu bukan hobi ya,” tambahnya.
Sebagai seorang akademisi, dirinya menekankan pentingnya membaca sebagai sarana untuk mendalami ilmu dan memperluas wawasan.
Ia mendorong masyarakat untuk melihat kebiasaan membaca sebagai kegiatan yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat, bukan hanya sebagai hobi sesaat.
Kepedulian Sudarman terhadap literasi juga terlihat dari upayanya dalam mendukung kegiatan-kegiatan literasi di masyarakat, terlebih dalam kesehariannya yang juga sebagai dosen.
Pemahamannya tentang makna mendalam membaca memotivasi orang lain untuk melibatkan diri dalam kegiatan literasi yang dapat memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan masyarakat luas.
Ia pun mengingatkan kebiasaan membaca akan erat hubungannya dengan menulis.
“Biasakan saja membaca, terutama para guru, jangan jelaskan terus saat mengajar, tapi anak-anak harus dipaksa untuk bisa praktek baca dan tulis,” ujarnya.
“Saya saja, kepada mahasiswa saya, saya biasakan selalu untuk merangkum sebuah buku, itu saya biasakan,” katanya.
Pernyataan Sudarman ini memberikan pandangan baru terhadap literasi, mengajak masyarakat untuk melihat membaca sebagai suatu kebutuhan intelektual yang dapat memberikan manfaat jangka panjang. (ADV/RYAN/DPKKALTIM)
Editor: Tri W


