PEMINDAHAN ibu kota negara ke wilayah Kalimantan Timur menjadi anugerah tersendiri.
Juga menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam membangun infrastruktur di daerah yang selama ini tersentralisasi di pulau Jawa.
Di baliknya, ada juga harapan untuk membangun ibu kota negara yang bebas dari polusi, berkonsep kota hutan yang berkelanjutan atau forest city.
Dari perhitungannya, hanya 25 persen dari area IKN tersebut yang akan dibangun, sedangkan 75 persennya menjadi area hijau yang termasuk 65 persennya adalah tetap sebagai hutan tropis.
Kondisi ini akan memungkinkan warga IKN hidup berdampingan dengan alam.
Angelina Purba, Duta Lingkungan Hidup Kota Balikpapan menyampaikan harapannya pemindahan itu selain memberikan dampak positif terhadap kemajuan infrastruktur maupun perekonomian, juga dapat mengurangi jumlah polusi dan sampah yang sebelumnya di Jakarta.
Karena masyarakat ke Jakarta ke Kalimantan artinya hal itu mengurangi jumlah penghasil sampah yang ada di Jakarta dan juga dampak positif dalam bidang sosialnya lebih banyak masyarakat dari luar daerah yang mengenal Kalimantan Timur.
“Sebagai generasi muda, hal yang dapat kita lakukan untuk menyukseskan pembangunan IKN adalah belajar dengan giat sehingga kita dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di Kalimantan sehingga kita bisa bersaing dan terlibat langsung dalam pembangunan IKN. Kami Duta Lingkungan Hidup siap mengawal dan menyukseskan pembangunan IKN agar selesai sesuai dengan target yang ditentukan pemerintah,” katanya Angelina.
Dengan adanya IKN, lanjut dara berparas manis ini.
kesiapan daya dukungnya sebagai Duta lingkungan hidup kota Balikpapan adalah dengan membekali diri dengan ilmu pengetahuan lingkungan yang cukup untuk mengetahui kondisi lingkungan saat ini, serta mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan melakukan aksi nyata terhadap lingkungan.
“Sebagai seorang Duta era digital ini saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan peran sosial media dalam menginves orang lain dan mengajak orang lain untuk melakukan aksi nyata terhadap lingkungan kita,” ujarnya.
Ia menyampaikan, tantangan dengan adanya IKN, bertambahnya penduduk akan merubah pola pikir masyarakat lokal di Kalimantan dan sehingga perlu melakukan adaptasi dalam berbagai hal baik dalam sesama manusia maupun terhadap lingkungan.
“Karena habit orang Indonesia yang lebih suka memakai kendaraan transportasi untuk mobilitas menyebabkan emisi kendaraan bermotor bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk di Kalimantan dan saya yakin pemerintah dengan konsep green energi dapat menciptakan ibu kota negara yang bebas dari polusi,” ucapnya.
Dalam upaya menyambut hadirnya IKN, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan Duta selanjutnya yaitu duta lingkungan hidup tahun 2023 untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan selanjutnya serta mengajak masyarakat dan melakukan aksi nyata terhadap lingkungan untuk mengubah lingkungan menjadi lebih baik.
“Kami Duta Lingkungan Hidup Kota Balikpapan siap menyukseskan pembangunan ibu kota negara yang mengusung konsep green city, green forest dan green energi,” ujarnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir








