Samarinda, Busamtv.co.id – Pertumbuhan eSport di Indonesia kian pesat, hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya turnamen serta prestasi yang ditoreh para gamers dari Indonesia di tingkat Internasional. Termasuk kejuaraan-kejuaran di tingkat daerah yang terus bermunculan tak kalah pesat.
Termasuk di Kota Samarinda, Bontang dan beberapa kabupaten kota di Kalimantan Timur yang saat ini tengah menyeleksi atlet-atlet eSport nya untuk dijaring guna mengikuti seleksi tingkat provinsi dalam rangka menghadapi PON XX Papua nanti.
Berikut hasil penjaringan atlet eSport berprestasi dari turnamen eSport Samarinda Road to PON Papua XX yang diiprakarsai ESI Samarinda :

Pes2021 Console
1. Andre Sony
2. Erwin Susanto
3. Yosafat Octavian

Dota2
1. Chronos
2. RIG Underdog
3. Chronos Wadah Design

Mobile Legends
1. Buah Bolo eSport
2. Quickster Void
3. Buah Bolo Hars

Freefire
1. Ghuftha eSport
2. Kuda Hitam
3. Orion Elite

PUBG Mobile
1. Icis Vincere
2. Addict eSport
3. Icis Curse
Para atlet yang telah terjaring dan masuk juara 1 dan 2 selanjutnya akan mengikuti seleksi di tingkat provinsi dimana mereka akan berhadapan dengan atlet-atlet dari 9 kabupaten kota lainnya yang ada di Kaltim.
“Para atlet hasil seleksi ESI Samarinda ini sangat bertalenta dan kami prediksi bisa memuncaki seleksi di tingkat provinsi nanti,” ungkap Arief Rahman Hakim, Ketua ESI Samarinda, kepada Busamtv.co.id, Senin (12/7/2021).
Hal senada diungkapkan Ketua Kadin Samarinda, Muhammad Ridwan yang sangat optimis melihat perkembangan eSport di Samarinda.
“Tahun depan Insya Allah kita bikin Kadin Cup kedua,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Wawan ini dalam sebuah bincang santai dengan Busamtv.co.id. Meski mengaku kurang menyukai game, namun ia mendukung kiprah gamers terutama para atlet yang bisa menghasilkan uang, bahkan bisa berpartisipasi di kancah internasional.
Sementara, Ketua Harian ESI Samarinda, Fuad Fahrudin secara terpisah menyampaikan bahwa ESI Samarinda sangat mensupport para juara yang telah memenangkan turnamen kali ini.
“Semoga Kota Samarinda dapat target maksimal menjadi atlet yang mewakili Kaltim di PON Papua XX. Memang untuk atlet juga terkadang ada yang di rekrut oleh pemerintah dan BUMD, contohnya seperti di Diskominfo,” terang Fuad.
Bagaimana tanggapan para juara turnamen eSport Samarinda Road to PON Papua XX , berikut cuplikan wawancara Busamtv.co.id dengan beberapa atlet :
Akmal atlet Free Fire:

Hasil Latihan dan Kerja Keras Tim Tak Sia-Sia
Akmal merupakan atlet free fire yang bernaung di dalam tim Ghuftha eSport. Juara 1 free fire ini mengaku sangat bangga bita ikut dalam turnamen Kadin Cup KejurPON.
“Saya kapten tim dari Ghuftha eSport sangat bertekad kuat dengan tim untuk menjuarai turnamen ini karena turnamen ini bukan sembarang turnamen, tapi turnamen yang tujuannya jelas. Perasaan saya dan tim ketika mengetahui kami mendapatkan Juara 1 pasti senang banget, bangga banget, akhirnya hasil latihan dan kerja keras tim sebulan terakhir ini tidak sia-sia, diiringi dengan doa dan tawakal,” terang Akmal.
Untuk metode latihan Akmal dan timnya biasa berlatih dari siang sampai sore.
“Kami main bersama dengan mode rank, setelah itu istirahat dan kami lanjutkan malamnya dari habis Isya sampai jam 12 malam,” lanjutnya seraya menambahkan mereka berlatih dengan fast turnamen atau one day turnament di FF. Kemudian melakukan evaluasi kesalahan apa yang telah dilakukan hingga H-1 final.
“Malam terakhir sebelum final tim kami bermain sangat epic di latihan, pada malam itu hampir tidak ada kesalahan dalam tim. Dari situlah kami bermain sangat pede pada keesokan harinya dan yakin bisa juara 1. Untuk trik biar mahir banyakin main aja di tambah evaluasi dan juga belajar dari orang yang berpengalaman dan menonton kompetisi yang internasional maupun nasional,” terang Akmal penuh semangatkepada busamtv.com.(*)
Gaga atlet Pubg
Mereka Kalah Berwibawa
Gaga yang bernaung di tim Aditama eSport dan sudah bermain Pubg sejak 2 tahun lalu mengaku biasa saja. Karena sebagai gamer Gaga sudah mewakili Indonesia di kancah internasional yakni tingkat Asia.
“Biasa aja sih, saya anggap fun-fun aja, walau mereka kalah tapi mereka tetap berwibawa dan tidak mengamuk,” selorohnya.(*)
Mujib atlet dota 2

Salut Panitianya Sigap
Mujib atlet dota 2 peraih juara 1 ini mengaku sangat terkesan dengan turnamen kali ini.
“Pengurusnya cukup sigap saat ada kendala saat di game maupun di luar game. Perasaan saat menang ya senang karena pertama kalinya menang sama teman-teman yang sama- sama berjuang. Untuk latihannya cukup tiga kali seminggu dan latihan selama 7 jam. Kita mengoreksi apa yang salah dari game sebelumnya untuk meningkatkan performa untuk game kedepannya. Untuk trik bermain dota supaya mahir adalah terus bermain, itu aja mas,” paparnya.(*)
Dyas atlet dota 2, juara 2
Main 12 Jam per Hari
Dyas atlet dota 2 yang meraih juara 2 ini mengaku sudah biasa menang dan kalah dalam pertandingan.
“Ya biasa aja mas, soalnya sudah biasa menang kalah, haha…. Latihanya ya biasanya sama orang- orang luar Indonesia, setiap hari main 12 jam perhari,” ungkapnya.(*)
Andre altet Pes 2021 juara 1
Merasa Hoki
Andre mengaku senang dan nyaris tak percaya bisa main di final. Dalam mengasah kemampuanya, Andre biasnya bermain dengan teman-temannya di rental PS.
“Karena ada faktor hoki juga dalam permainan ini,” akunya.
Yosafat atket Pes 2021, juara 3
Pahami dan Peragakan Teknik yang Dilakukan Pro Player
Mengaku sudah setahun tidak pernah ikut turnamen, Yosafat merasa sangat senang bisa menjadi juara di turnamen sebesar ini.
“Saya sehari latihan lima jam sehari, dengan jeda waktu yang berbeda, dua jam saat siang hari dan tiga jam saat malam hari. Banyakin latihan, pahami dan peragakan teknik yang dilakukan pro player (banyak sumber di youtube), dan banyak berdoa agar diberi kelancaran saat berkompetisi ataupun sebelum latihan Pes,”.(*)
(*Don/Tw)








