Mengurangi Limbah Peternakan, Distanak Kukar Terapkan Pertanian Terpadu

Busam ID
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik. (azmi/busam.id)

Samarinda, Busam.ID – Dalam upaya menciptakan sektor pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkenalkan konsep pertanian terpadu kepada para Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS). Konsep ini mengintegrasikan pertanian tanaman pangan dengan peternakan untuk meminimalkan limbah sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.

Kepala Distanak Kukar Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa pertanian terpadu memungkinkan petani memanfaatkan limbah ternak, seperti kotoran, sebagai pupuk organik untuk tanaman. Sebaliknya, sisa-sisa tanaman dapat digunakan sebagai pakan ternak.

“Metode ini dirancang agar petani bisa memanfaatkan semua sumber daya yang ada. Limbah dari satu sektor dapat menjadi sumber daya untuk sektor lainnya,” ujar Taufik pada Rabu (20/11/2024).

Selain mengurangi limbah, pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan secara bersamaan. Menurut Taufik, konsep pertanian terpadu tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pakan berbahan kimia.

“Dengan sistem ini, petani bisa mengurangi biaya produksi sekaligus menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan. Ini adalah langkah strategis untuk mencapai pertanian yang berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui pengenalan metode ini kepada para penyuluh, Distanak Kukar berharap konsep pertanian terpadu dapat diadopsi secara luas di tingkat petani. Langkah ini juga menjadi bagian dari visi Kukar untuk memperkuat ketahanan pangan sambil menjaga keseimbangan ekosistem. (azmi/adv/distanakkukar)

Editor: Lisa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *