Samarinda, Busam.ID – Merespons viralnya mobil Land Roover Defender yang disebut disewa sekitar Rp160 juta per bulan untuk tamu VIP, Wali Kota Samarinda, Andi Harun langsung meminta Inspektorat Daerah melakukan pemeriksaan melalui surat resmi bernomor 000.1.7/0720/200.
AH – sapaan akrabnya – menegaskan langkah tersebut diambil agar pengelolaan kendaraan operasional pemerintah daerah dapat dilihat secara objektif dan transparan oleh publik.
Menurutnya, saat ini terdapat 59 kelurahan dan 10 kecamatan yang menggunakan kendaraan operasional dengan skema sewa karena keterbatasan anggaran daerah.
“Kalau harus membeli sekaligus puluhan mobil dinas tentu membutuhkan anggaran besar, sementara kemampuan keuangan daerah terbatas. Dengan skema sewa, kendaraan operasional tetap bisa digunakan untuk menunjang pelayanan publik,” ujarnya saat acara buka puasa bersama Pemkot Samarinda dan media di Balai Kota, Jumat (13/3/2026) malam.
Ia menilai perbandingan biaya sewa dan pembelian kendaraan kerap disalahpahami jika hanya dilihat dari total biaya di akhir. “Kalau dilihat di ujung memang terlihat mahal. Tapi ketika mau membeli, uangnya memang tidak ada. Sama seperti orang yang menyewa rumah bertahun-tahun, bukan berarti tidak ingin membeli, tapi karena belum punya uang,” jelasnya.
Terkait mobil sewa Land Roover Defender yang disebut sebagai kendaraan tamu, namun saat Menteri Pendidikan berkunjung justru menggunakan kendaraan lain, Andi menyatakan sejak awal tidak pernah mengatakan mobil tersebut tidak pernah dipakainya.
“Saya tidak pernah bilang tidak pernah memakai. Dari awal saya sampaikan itu mobil tamu dan memang kadang saya gunakan untuk kegiatan kedinasan,” katanya.
Ia juga menegaskan tidak ada hal yang ditutup-tutupi terkait penggunaan kendaraan tersebut dan menyerahkan penilaian kepada Inspektorat. “Nanti dibilang hanya alasan, tapi semua yang saya sampaikan ini tidak ada seujung kuku pun yang saya tutup-tutupi. Ini penjelasan apa adanya. Agar lebih objektif kita serahkan ke inspektorat. Kalau ada yang harus dipertanggungjawabkan, tentu akan kami pertanggungjawabkan,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


