Migor Masih Hilang Setelah Digeber Operasi Pasar

BusamID
Minyak Goreng. Istimewa

Samarinda, Busam.ID – Meski sudah digeber operasi pasar dan tindakan langsung dari pemerintah dalam bentuk subsidi, faktanya peredaran migor alias minyak goreng di masyarakat masih langka. Diakui warga, toko ritel berjaringan seperti Indomaret dan Alfamidi, menjual migor dengan harga Rp14 rb per liter, atau masih di harga lama. Namun dengan cepat, salah satu komoditi sembilan bahan pokok itu ludes diserbu pembeli.

“Saya cari migor di Indomaret dan Alfamidi yang ada di kota selalu habis. Di Indomaret agak jauh dari kota saya dapat migor harga subsidi. Cuma memang satu pembeli hanya boleh beli satu pouch,” ungkap Mei, salah seorang IRT menceritakan pengalamannya berburu migor subsidi.

Ahmat Sopian Noor, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda. Foto: Istimewa

Ahmat Sopian Noor, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda mempertanyakan distribusi minyak goreng subsidi yang dibandrol Rp14 ribu per liter di seluruh Indonesia itu.

Faktanya kini masyarakat kembali susah mendapatkan minyak goreng tersebut di sejumlah toko ritel berjaringan. Sopian minta OPD yang mengurus minyak goreng subsidi tersebut untuk menindaklanjuti kelangkaan minyak goreng subsidi di pasaran ini, ke lembaga yang memegang wewenang mendistribusikan ke daerah.

“Saya minta Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Samarinda melakukan sidak ke sejumlah agen, pengecer, hingga gudang, terkait minyak goreng subsidi yang masih langka dan mahal. Kemudian menggelar operasi pasar agar harga stabil dan barang tidak langka,” desak Sopian, Kamis (28/1/2022).

Minyak goreng yang beredar di tingkat pengecer atau toko umum, menurut para penjual lantaran mereka beli (modal) sudah naik mengikuti fluktuasi harga sawit dunia, dipasarkan di harga eceran Rp20 ribu-Rp23 ribu per liter.

Menurut Sofyan, dengan tujuan transparansi ke masyarakat, sidak sangat diperlukan untuk memastikan stok minyak goreng subsidi cukup atau tidak di tingkat agen. Atau stok-nya ada tapi distribusinya yang tidak lancar.

“Kondisi dan permasalahan minyak goreng subsidi ini perlu disampaikan kepada publik agar tidak menimbulkan keresahan,” imbuhnya.

Semua pihak juga diminta waspada dan melaporkan ke Satgas Pangan apabila mengetahui dan menemukan tindakan penimbunan minyak goreng subsidi. Laporan bisa disampaikan ke kepolisan setempat maupun ke pihak lain yang memiliki kewenangan untuk menindak hal tersebut.

Ia juga kembali mengingatkan kepada kaum ibu untuk tidak melakukan aksi borong minyak goreng ketika berbelanja di saat barangnya ada, karena aksi borong bisa berpengaruh pada berbagai hal seperti harga bisa menjadi naik dan dikhawatirkan ada pihak yang sengaja menahan barang untuk tidak dijual sementara. (sbr ist/an/adv)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *