Samarinda, Busam.ID – Kelurahan Maluhu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan potensi besar di sektor pertanian, terutama pada komoditas padi sawah.
Menurut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Maluhu, Rosita, wilayah ini memiliki lahan sawah seluas 136,5 hektare yang mampu menghasilkan panen padi, dengan produktivitas mencapai 4-4,5 ton per hektare.
“Produksi padi ini menjadi salah satu andalan bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan konsumsi lokal maupun sebagai penopang ekonomi petani,” ujar Rosita saat dihubungi melalui saluran selulernya, pada Selasa (26/11/2024) lalu.
Meski begitu, Rosita menyebutkan masih ada ruang untuk meningkatkan hasil panen, salah satunya melalui pembenahan sistem irigasi dan penerapan teknologi pertanian modern.
“Untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas, diperlukan pembenahan dalam sistem pengairan dan dukungan teknologi. Kami juga terus memberikan pendampingan kepada para petani agar mereka dapat memaksimalkan potensi lahan mereka,” jelasnya.
Selain itu, Rosita menegaskan pentingnya menjaga kualitas tanah dan rotasi tanam yang terencana untuk memastikan keberlanjutan hasil pertanian di Kelurahan Maluhu. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang agar sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Rosita juga mengapresiasi semangat petani di Kelurahan Maluhu yang terus berupaya meningkatkan hasil panen mereka meski menghadapi berbagai tantangan, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami berharap, dengan kerja keras petani serta dukungan dari pemerintah, hasil panen bisa terus stabil dan bahkan meningkat di masa depan,” tambahnya.
Dengan luas lahan yang signifikan dan hasil panen yang menjanjikan, Kelurahan Maluhu diharapkan dapat terus menjadi salah satu sentra pertanian yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Kukar. (bing/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


