Samarinda, Busam.ID – Dalam rangka menertibkan aktivitas parkir di kawasan komplek Stadion GOR Segiri, Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Samarinda membuat beberapa Parking Gate di kawasan tersebut.
Hal tersebut juga dilakukan agar dapat menambah PAD (Pemasukan Asli Daerah) Kota Samarinda.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLAJ), Didi Zulyani mengatakan Parking Gate tersebut akan beroperasi paling cepat pada Rabu (10/5/2023).
“Sebenarnya sudah bisa beroperasi, namun saat dilakukan uji coba kondisinya masih belum baik lantaran beberapa mobil besar masuk, sangat mepet dengan gate tersebut. Jadi masih kita lakukan pembenahan agar masyarakat yang ingin parkir tidak was-was,” ucap Didi kepada Busam.ID pada Kamis (4/5/23).
Berkenaan tarif, Didi mengatakan bahwa pihaknya mengikuti surat edaran dari Pemkot (Pemerintah Kota) Samarinda yatu Perwali (Peraturan Walikota) nomor 54 tahun 2021.
“Sesuai Perwali ya, motor sebesar Rp 2 ribu dan mobil Rp 3 ribu. Namun untuk sementara tidak akan menggunakan sistem parkir progresif / berkelipatan jam. Jadi sekali parkir biayanya sesuai tarif saja,” jelasnya.
Terkait para pedagang yang berada di dalam kawasan tersebut, nantinya akan segera kami sosialisasikan parkir dengan tarif berlangganan.
“Untuk para pedagang seperti kafe dan lainnya yang ada di kawasan itu, secepatnya akan kami sosialisasikan pendaftaran parkir berlangganan per kendaraan. Untuk tarifnya nanti akan kami sesuaikan,” ucap Didi.
Disinggung perihal pengrusakan satu tiang CCTV di Parking Gate bagian utara, menurut Didi dilakukan oleh oknum yang menolak adanya Parking Gate tersebut.

“Di situ dekat kolam renang itu ada kontainer sampah. Ada beberapa oknum yang tidak terima lantaran harus membayar parkir hanya untuk membuang sampah di situ, jadi sempat lakukan pengrusakan tiang CCTV. Untuk saat ini tiang tersebut sudah kami perbaiki dengan dilas kembali,” imbuhnya.
“Mudah-mudahan dengan adanya Parking Gate tersebut, kondisi parkir di kawasan GOR Segiri dapat tertib dan dapat beroperasi maksimal agar bisa menambah pendapatan daerah Kota Samarinda,” tutup Didi. (RYAN)
Editor : Risa Busam,ID








