Balikpapan, Busam.ID – Kejadian meninggalnya seorang pasien di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) yang diduga karena tidak diberikan penanganan secara maksimal masih terus menjadi sorotan publik.
Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) DPRD Kota Balikpapan, pasien atas nama Sutrisno warga Margo Mulyo RT 19, Balikpapan Barat itu pada Sabtu 14 Januari 2023 sekitar jam 10.00 Wita pagi berobat ke IGD RSPB. Namun diketahui sebelum ke RSPB, yang bersangkutan rupanya telah mendatangi RSUD Beriman di Gunung Malang.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono mengatakan, ada satu catatan jikalau di RSUD Beriman tersebut ada hal yang tidak profesional. Karena sebelum ke RSPB yang bersangkutan ke RSUD Beriman terlebih dahulu.
“Jadi seharusnya di RSUD Beriman pasien diperiksa terlebih dahulu, tapi pihak RSUD Beriman tidak melakukan itu, beda dengan RSPB kita diperlihatkan hasil CT Scan. Sehingga dari situlah saya melihat RSUD Beriman tidak profesional, jika alatnya tidak ada harusnya diberitahukan ke pasien,” kata Budiono, Rabu (18/1/2023).
Ia menjelaskan, harusnya pasien ditangani terlebih dahulu dan diperiksa, tapi RSUD Beriman menyuruhnya pulang dan kemudian pasien diarahkan kembali esok harinya. Padahal saat itu, kondisi pasien sedang tidak baik. Seandainya ditangani terlebih dahulu mungkin saja tidak akan ada kejadian seperti ini.
Dia menyampaikan, jika memang masalahnya adalah peralatan, harusnya RSUD Beriman sampaikan kepada ke DPRD Balikpapan. “Nantinya kita akan mensupport dari sisi anggarannya.
Banyak masyarakat mengeluh terkait pelayanan di RSUD beriman, seperti antrean panjang pasien yang ingin berobat. Seharusnya ini dicarikan solusi. Kemudian jika berobat ke sini satu macam penyakit, kalau pulang bisa dua macam penyakit,” pungkasnya.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti yang akrab disapa Dio belum bisa berkomentar lantaran masih berada di luar kota. “Saya sudah 3 hari tugas di Jakarta. Kemarin yg mendampingi adalah bu Sek Dinkes,” ujarnya.
Namun Sekretasi Dinkes Balikpapan yang coba dihubungi Busam.ID hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. (man)
Editor: Redaksi BusamID








