Samarinda, Busam.ID – Tewas tenggelamnya pelajar di Sungai Mahakam di Jalan RE Martadinata Kelurahan Teluk Lerong Ilir Selasa (31/5/2022) petang, disebutkan karena terlambatnya pertolongan diberikan kepada korban.
Kordinator Unit Siaga Sar Samarinda Dwi Adi Wibowo mengatakan, tewasnya korban diakui karena lambat mendapatkan pertolongan pertama. Tim SAR juga mengaku terkendala arus lalu lintas yang padat untuk menuju ke lokasi sehingga lambat untuk datang.
“Informasi awal dari PMI ada anak tenggelam, kami ke sini (TKP korban tenggelam, Red) untuk langsung evakuasi korban ternyata sudah dievakuasi oleh warga dan relawan. Cuma saat korban berada di daratan belum sempat mendapatkan pertolongan sehingga nyawanya tidak bisa diselamatkan,” Dwi menjelaskan.
Selain itu, dijelaskannya, posisi korban terakhir ketika dievakuasi warga dari pinggiran Sungai ke ranting pohon sekitar 10 meter.
“Kalau dari informasi yang diterima dari warga, korban berada di dalam air lebih dari 30 menit,” ujarnya.
Petugas Inafis Polresta Samarinda langsung melakukan pemeriksaan awal pada tubuh korban dan tidak menemukan bukti tanda adanya kekerasan.
Ibu korban yang tiba dilokasi penemuan tidak kuasa menahan kesedihannya sehingga harus dipegangi tubuhnya agar tidak jatuh pingsan ke tanah.
Dengan menggunakan mobil ambulance milik PMI Kota Samarinda, jasad korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Jalan M Said Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang. (dic)
Editor: Redaksi BusamID








