Samarinda, Busam.ID – Guna menjaga kemandirian desa di tengah berkurangnya dana dari pusat, Pemprov Kaltim melalui DPMPD mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Desa (PADes) sebagai sumber alternatif.
Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan TAPD dan Banggar DPRD terkait penyesuaian fiskal. “Karena sesuai perkembangan ya kita juga ada penyesuaian anggaran. Kemarin juga sudah dibahas dengan TAPD dan juga Banggar DPRD,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Strategi utama diarahkan pada penguatan Koperasi Desa (Kopdes) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurut Puguh, upaya ini penting mengingat ada pengurangan Rp11 triliun dana desa secara nasional tahun depan. “Harapan kita salah satunya yang memang ada pengurangan Rp11 triliun untuk dana desa tahun depan itu bisa ditutup dengan adanya PADes,” tuturnya.
Untuk memperkuat kapasitas desa, DPMPD akan menyalurkan bantuan alat usaha kepada BUMDes dan menggelar program pelatihan. Tujuannya agar pengelola desa tidak hanya memiliki sarana produksi, tetapi juga keterampilan manajemen yang lebih baik.
Puguh optimis langkah ini bisa mempercepat kemandirian desa. “Harapan kita nantinya di 2026 usahanya sudah bisa lebih lagi dan bisa menghasilkan PADes,” pungkasnya.(uca/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


