Samarinda, Busam.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mempercepat penanganan infrastruktur jalan yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Barat guna memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, menyebut perbaikan dilakukan secara bertahap agar mobilitas masyarakat tetap terjaga di tengah proses pengerjaan. Penanganan awal difokuskan pada perbaikan sementara di titik-titik rusak.
“Penanganan sementara kita lakukan dengan agregat di titik-titik berlubang, supaya akses masyarakat tidak terganggu,” ucqpnya, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, pengerjaan saat ini menyasar ruas perbatasan Kutai Kartanegara hingga Simpang Blusuh di Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat. Titik-titik dengan kerusakan berat menjadi prioritas, terutama yang terdampak curah hujan tinggi dan kondisi tanah labil.
Untuk peningkatan jalan dari Simpang Blusuh menuju Sendawar, proyek tengah berjalan dengan dukungan anggaran sekitar Rp196 miliar. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026 guna meningkatkan kualitas dan ketahanan jalan secara signifikan.
Selanjutnya, pembangunan lanjutan hingga perbatasan Kalimantan Tengah direncanakan mulai dikerjakan pada 2027. Skema bertahap ini diharapkan mampu menghadirkan jalur yang lebih layak, aman, dan terhubung secara menyeluruh.
Tak hanya jalan provinsi, Pemprov Kaltim juga memberi perhatian pada kondisi jalan nasional di Kutai Barat yang mengalami kerusakan cukup serius. Tingginya intensitas kendaraan berat, khususnya truk pengangkut sawit dan crude palm oil (CPO), menjadi faktor dominan penyebab kerusakan.
Dalam kunjungan Safari Ramadan ke Kutai Barat, Seno Aji menemukan masih banyak kendaraan over dimension over load (ODOL) yang melintas. Meski berdampak pada kondisi jalan, aktivitas tersebut tetap berjalan karena berkaitan erat dengan roda perekonomian masyarakat.
“Sebagai langkah solusi, Pemprov Kaltim akan mengusulkan peningkatan kelas jalan nasional kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum agar mampu menahan beban kendaraan berat secara optimal,”jelasnya.
Di sisi lain, perbaikan jalan nasional juga telah berjalan. Ruas sepanjang 111 kilometer dari batas Kutai Kartanegara hingga Simpang Blusuh tengah ditangani dengan nilai kontrak sekitar Rp73 miliar.Pengerjaan serupa juga dilakukan di sejumlah titik lain, di antaranya ruas Nayan–Simpang Blusuh serta Simpang Tiga Damai–Barong Tongkok–Sendawar. Seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Untuk memperkuat koordinasi, Pemprov Kaltim berencana menggelar rapat bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim guna merumuskan langkah penanganan yang lebih komprehensif, termasuk peningkatan kapasitas dan kualitas jalan.
Seno menegaskan, pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik semata, tetapi juga menjadi upaya membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi logistik, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
Dengan komitmen yang terus dijaga, Pemprov Kaltim optimistis konektivitas antara Kukar dan Kubar akan semakin kuat dan berdampak pada pemerataan pembangunan di Kaltim. (adit)
Editor: M Khaidir


