Samarinda, Busam.ID – Banjir masih jadi masalah rutin di Samarinda setiap hujan deras. Tahun ini, penanganannya dipastikan tidak ada proyek besar akibat efisiensi anggaran dan minimnya bantuan dari provinsi.
Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti, mengatakan fokus pemerintah kota saat ini hanya pemeliharaan drainase. “Untuk saat ini, kami menahan proyek besar dan hanya menjalankan kegiatan yang sifatnya pemeliharaan rutin,” ujar Desy, Kamis (29/1/2026).
Ia menyebut terkait normalisasi sungai besar juga bukan kewenangan Pemkot. Sejak hampir 3 tahun terakhir, penanganan sungai utama berada di bawah Provinsi Kaltim. “Pemkot tidak pernah masuk ke skala sungai besar. Kami hanya menangani anak sungai, seperti di kawasan Loa Bakung,” jelasnya.
Di tingkat kota, Desy menjelaskan penanganan banjir dilakukan melalui satuan tugas Hantu Banyu. Pemeliharaan drainase dilakukan rutin setiap tahun, menyesuaikan kebutuhan dari kelurahan dan kecamatan.
Menurutnya, jumlah personel Hantu Banyu tetap dipertahankan meski ada efisiensi anggaran. Tahun lalu, anggaran mencapai Rp15 miliar termasuk sarana pendukung. Tahun ini, pembelian peralatan baru dihentikan, namun pagu anggaran tetap sama.
“Tapi nantikan dilihat lagi, terealisasi atau tidaknya tetap bergantung pada ketersediaan uang,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


