Kukar, Busam.ID – Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tri Wahyuni menyebut, perkembangan digital kini sudah semakin pesat, salah satunya maraknya media sosial yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat mulai dari berdagang hingga sekedar mencari informasi ringan di kehidupan sehari- harinya.
“Karenanya kita harus cerdas dalam menghadapi perkembangan digital ini,” kata Yuni – sapaan akrabnya – dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Media Center Muara Badak di Kopi Joni Muara Badak, Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (28/1/2024).
Yuni berharap, Kecamatan Muara Badak bisa melahirkan insan Pers, yang ditujukan untuk menjadi pahlawan informasi yang paling aktual, agar masyarakat tidak serta merta menelan berita yang tidak jelas sumbernya, lalu kemudian dapat terjerat ke UU ITE.
“Saya fokus pada pencapaian informasi yang mana, masyarakat itu punya hak untuk mencari kebenaran informasi. Nah Muara Badak ini, punya isu yang sangat seksi. jika tidak dikawal dan diamati dengan baik, akan banyak oknum yang mengambil kesempatan untuk melakukan penggiringan yang bisa saja merugikan orang lain,” terang Pemimpin Redaksi (Pemred) Busam.id ini.
Kegiatan FGD itu sendiri mengundang 50 audiens yang berasal dari berbagai lembaga, kelompok dan organisasi. Diskusi berlangsung selama 3 jam. Yuni sengaja dihadirkan untuk menyampaikan materi terkait kehadiran Perss di tengah Masyarakat.
“Di Muara Badak ada perusahaan BUMN, dan anggaran bantuan program daerah juga makin besar yang tersalur ke sini, tapi, kita lihat, masyarakat Muara Badak masih menjadi mayoritas dalam banyak ketertinggalannya, aspek apapun itu. Itulah mengapa saya geregetan loh, Muara Badak harus punya wartawan kalau perlu sebanyak-banyaknya,” beber Yuni.
Tak hanya mengundang semangat kaum muda di Muara Badak, Yuni juga memberikan bekal peserta tentang Kode Etik Jurnalis yang menjadi pedoman utama jika ingin menjadi insan pers.
“Gak bisa juga jadi wartawan terus bisa melakukan segalanya. Adik-adik kita harus tahu ada beberapa kode etik yang harus menjadi acuan dasar sebagai wartawan. itu panduan yang bisa dipertanggung jawabkan dan juga untuk melindungi para perss selama bertugas,” jelasnya.
Mantan Komisioner KPU Kota Samarinda juga berharap agar Kecamatan Muara Badak memiliki keterbukaan informasi yang padat dan dapat dipertanggungjawabkan. (ty)
Editor: M Khaidir


