Samarinda, Busam.ID -Industri esport khususnya turnamen game PUBG Mobile di Kota Samarinda diinformasikan mengalami penurunan tren yang signifikan.
Dugaan muncul bahwa penurunan tren ini disebabkan oleh kejenuhan para pemain untuk terus berkompetisi dalam game tersebut.
Seorang pemain PUBG Mobile yang aktif di Kota Samarinda, Andi menyatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, frekuensi turnamen offline dengan tingkat kompetitif telah menurun drastis.
“Sebelumnya, masih banyak penyelenggara dan kafe-kafe yang rutin mengadakan turnamen, tetapi saat ini, kesempatan tersebut menjadi sangat langka,” ucapnya.
“Beberapa bulan ini, jarang sekali ada turnamen resmi yang diadakan, baik oleh penyelenggara independen maupun oleh kafe-kafe. Padahal, sebelumnya, rutinitas turnamen ini cukup menarik minat para pemain,” tambah Andi.
Situasi ini menimbulkan keprihatinan bagi para pemain PUBG Mobile di Kota Samarinda.
Arif berharap agar pihak developer, khususnya pihak Tencent Indonesia melalui Jawara Community, dapat berinisiatif untuk menghidupkan kembali kompetisi di tingkat kota maupun daerah.
“Ya kami harap bahwa even rutin seperti sebelumnya dapat diadakan lagi. Sehingga semangat kompetitif dalam komunitas PUBG Mobile dapat dibangkitkan kembali,” jelasnya.
Sebagai satu permainan mobile yang cukup populer, PUBG Mobile sebelumnya telah mencatatkan sejumlah turnamen yang sukses di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
Dukungan dari pihak developer dan komunitas esport diharapkan dapat mendorong semangat kompetisi kembali tumbuh dan memberikan pengalaman bermain yang lebih memuaskan bagi para pemain, khususnya di Kota Samarinda.
Ketika ditanyai tentang alasan penurunan tren tersebut, Andi menyatakan bahwa mungkin perlu adanya variasi dan inovasi dalam penyelenggaraan turnamen serta pengenalan konten-konten baru yang dapat membuat game ini tetap menarik bagi para pemain yang telah bermain dalam jangka waktu lama.
“PUBG Mobile telah menjadi bagian penting dari budaya gaming di Indonesia dan diharapkan dengan upaya yang tepat, komunitas PUBG Mobile di Kota Samarinda dan sekitarnya dapat terus berkembang dan menghadirkan antusiasme baru untuk turnamen esport game yang kembali bergeliat,” tutup Andi. (Ryan)
Editor : A Risa


