Samarinda, Busam.ID – Isu penculikan anak yang beredar beberapa waktu lalu santer membuat masyarakat resah. Hal tersebut tersebar melalui pesan suara di grup Whatsapp yang berasal dari Kepala Sekolah SDN 014, Noor Fatimah Hindun.
Oleh karena itu Hindun – sapaan akrabnya – memberikan klarifikasi dalam Podcast Tea Time garapan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim bersama Busam.ID, Kamis (16/2/2023). Hindun mengatakan, dirinya tidak ada niatan untuk membuat masyarakat resah.
“Tidak ada niatan sama sekali untuk bikin resah, melainkan saya mendapatkan laporan dari wali murid bahwa anaknya nyaris menjadi korban penculikan, jadi saya hanya sekadar untuk membuat voice note itu untuk mengimbau kepda wali murid sekolah yang saya pimpin,” ucapnya.
Bahkan dirinya mengaku kaget, pesan suara yang ia tujukan hanya kepda wali murid SDN 014 tersebut justru heboh dan ramai menyebar kemana-mana
“Saya mengirim pesan suara itu hari sabtu, tiba-tiba hari minggu sudah ramai di mana-mana. Bahkan sampai ada ditambah-tambahin dan dipelintir, itu sangat disayangkan. Untuk pesan suara sendiri itu dilakukan usai kami menggelar rapat dengan dewan guru,” tambahnya.
Lebih lanjut dirinya mengimbau melalui Podcast Tea Time, masyarakat semakin bijak dan cerdas dalam menggunakan sosial media, jangan sampai ada lagi kejadian seperti yang dirinya alami, berkat ketidaktahuan malah berbuntut ramai dan dituding sebagai penyebar hoax.
“Saya berharap ini tidak terjadi lagi, jujur saya baru pertama kali mengirim pesan suara dan langsung heboh, ini juga jadi pelajaran bagi saya dan juga seluruh masyrakat. Agar ke depan lebih bijak dan cerdas dalam menyaring informasi dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterima, haris dilakukan cek dan kebenaran berita tersebut,” pungkasnya. (Adit)
Editor: M Khaidir


