Prinsip Menolong Sesama Alasan H Udi Menjadi Relawan Inafis Polresta

BusamID
Ketua Relawan Inafis Polresta Samarinda, Udi Rahman atau biasa dipanggil Haji Udi. Ft. Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID -Udi Rahman yang biasa dipanggil Haji Udi, menjadikan prinsip menolong sesama sebagai alasannya menjadi relawan Inafis Polresta Samarinda. Pria kelahiran Samarinda 22 April 1966 ini, merupakan anak ke-10 dari 11 bersaudara pasangan H Abdul Halim (Almarhum) dan Hj Sawiyah (Almarhumah).

Haji Udi lulus Sekolah Menengah Atas Negeri 4 pada tahun 1986. Tak melanjutkan sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, H Udi memilih dunia swasta sebagai sumber mata pencahariannya. Berprinsip rezeki datang sendiri, bapak satu anak ini sejak awal 2003 memutuskan terjun ke dunia sosial dengan menjadi relawan Inafis Polresta Samarinda.

Relawan Inafis Polresta Samarinda saat mengevakuasi jenazah yang meninggal karena sakit di Jalan Cipto Mangunkusumo beberapa waktu lalu. Ft. Zulkarnain

“Saya pertama kali gabung di relawan MIM dari tahun 2003,” terang Haji Udi kepada Busam.ID Sabtu (6/5/2023).

Sejak bergabung di MIM, Haji Udi menjabat sebagai koordinator lapangan.

“Kami berusaha dapat membantu warga yang terkena musibah baik itu banjir, longsor, kecelakaan maupun orang tenggelam,” ujarnya.

Selam 9 tahun bergabung di MIM, Haji Udi kemudian bergabung dengan Relawan Peduli Lingkungan Kota (Pelik).

“Tahun 2012 saya bergabung dengan Pelik dan dengan jabatan Wakil Opsnal Pelik,” tambah warga Lambung Mangkurat ini.

Kegiatan yang dilakukan di MIM maupun Pelik tutur H Udi tidak jauh berbeda, yakni membantu masyarakat yang terkena musibah.

Selanjutnya, pada tahun 2020, H Udi bergabung dengan Relawan Inafis Polresta Samarinda atau RIP.

“Saat itu, Polisi Inafis berjumlah sekitar 4 orang. Karena kurang orang, akhirnya saya direkrut bergabung sebagai Relawan Inafis Polresta Samarinda,” jelasnya.

Setelah bergabung di Relawan Inafis, Haji Udi kemudian merekrut 6 orang relawan lagi untuk membantu dalam proses evakuasi mayat.

Berdasarkan pengalaman yang dimilikinya, Haji Udi ditunjuk sebagai ketua relawan Inafis untuk mengkoordinir anggotanya.

“Dalam evakusi mayat, apalagi mayat yang berbadan besar dan sudah meninggal lebih 4 hari itu diperlukan tenaga ekstra untuk evakuasi makanya saya menambah anggota lagi,” terangnya.

Haji Udi menjelaskan, saat evakuasi mayat yang disebabkan karena sakit bisa dibuktikan dengan penemuan obat-obatan atau surat berobat serta dalam identifikasi tidak ditemukan tanda kekerasan pada korban.

“Beda halnya jika menemukan mayat yang diakibatkan karena pembunuhan diperlukan identitas yang harus melibatkan pihak kepolisian di bagian Reskrim dan Inafis Polresta Samarinda,” tambahnya.

Selain itu, untuk penemuan mayat yang tidak ada indentitas atau Mr X, pihaknya terpaksa membagikan foto korban di sejumlah media sosial agar diketahui keluarganya.

“Bila seminggu tidak ada keluarga datang mengambil, maka kami akan berkordinasi dengan dinas sosial untuk pemakamannya,” jelasnya.

Sejak Covid 19 mewabah di Samarinda, Haji Udi menyebut Relawan Inafis Polresta Samarinda bekerja lebih ekstra.

“Pagi, siang, malam bahkan subuh kami harus turun ke lapangan jika ada laporan penemuan mayat, kami harus menggunakan atribut lengkap seperti baju Asmat lengkap dengan makser dan kacamata. Sebelum dilakukan evakuasi terlebih dahulu dilakukan penyemprotan cairan disenfektan untuk netralisir lokasi penemuan,” ungkapnya.

Haji Udi mengaku bersama anggotanya, nyaris hanya punya waktu istirahat hanya 2 jam sehari, bahkan waktu kebersamaan bersama keluarga juga kurang karena misi kemanusiaan.

“Karena banyaknya warga yang meninggal dunia akibat terpapar Covid 19, sehari pernah kami evakuasi mayat sampai 4 orang. Pagi sore, malam dan subuh, hingga kami sendiri ada yang tidur hanya 2 jam, itu kalau tidak salah terjadi di bulan Juni atau Juli 2021 lalu,” ujarnya.

Untuk mengevakuasi jenazah yang meninggal karena sakit, pembunuhan ataupun karena terpapar Covid 19, pihak Inafis Polresta Samarinda sudah bekerjasama sama dengan PMI Kota Samarinda.

Saat ditanya apakah Relawan Inafis Polresta Samarinda menerima gaji ataupun upah, Haji Udi menjawabnya dengan tersenyum.

“Kami ini relawan kemanusiaan, hanya Allah saja yang membayarnya dan menjadi kepuasan tersendiri. Masalah penghasilan kami bisa mencari di sela-sela kesibukan sebagai relawan. Kalau anggota ada yang bekerja sebagai gojek, sopir ambulans maupun wartawan,” terangnya.

“Menjadi Relawan Inafis Polresta dalam hal evakuasi mayat dibutuhkan keahlian tersendiri,” pungkasnya.(Zul)

Editor : Risa Busam,ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *