Puncak Samarinda Surga Tersembunyi untuk Camping dan Rehat

Busam ID
Tim Busam.ID saat berada di Puncak Samarinda. Ft by Dina

Samarinda, Busam.ID -Dingin yang menyegarkan, pemandangan alam yang memukau dan embun pagi yang menenangkan, semuanya dapat anda nikmati di Puncak Samarinda.

Tim Busam.ID pada Sabtu (16/9/23) melakukan kunjungan eksklusif ke tempat pariwisata yang menakjubkan ini, membawa pengalaman yang tak terlupakan.

Terletak hanya sekitar 20-23 kilometer dari pusat Kota Samarinda, Puncak Samarinda mudah diakses menggunakan sepeda motor dan juga mobil.

Lokasinya berada di jalan poros Berambai – Muara Badak, setelah melewati air terjun Berambai dan bisa dilewati melalui jalur jalan Bengkuring, Jalan Bayur kemudian Jalan Berambai.

Meskipun akses jalan menuju puncak sebagian besar sudah bagus dengan jalan sudah dicor, beberapa titik mungkin masih rusak, tetapi tidak menghambat perjalanan.

Kondisi landscape embun di pagi hari. Ft by Ryan/Busam.id

Puncak Samarinda adalah tempat yang sempurna untuk berkemah bersama keluarga, pasangan atau teman-teman Anda.

Ada satu rumah tunggal dengan posisi paling tinggi yang dapat menampung hingga 20 orang untuk bermalam.

Selain itu, terdapat juga empat gazebo kecil di bagian bawah yang cocok bagi mereka yang ingin merasakan ketenangan.

Malam di Puncak Samarinda sangat sejuk, dan kami punya kesempatan berbicara dengan pengelola tempat ini, Pak Saleh atau yang akrab disapa Pak Sabil.

Pak Saleh. Ft by Ryan/Busam.ID

“Saya sudah mengelola Puncak Samarinda sejak tahun 2015. Sehari- harinya saya menghabiskan waktu berkebun di belakang rumah saya ini, yang memang masih berada di tengah hutan asri,” ucap Pak Saleh.

Kami pun diberi hidangan malam sederhana yang terdiri dari lalapan, ikan tongkol, terong goreng dan sambal mentah.

“Lumayan makan gratis,” batin penulis saat itu.

Suara jangkrik yang riuh membuat momen makan malam ini benar-benar istimewa.

Namun, kami juga mendengar bahwa satu tantangan besar yang dihadapi oleh Pak Saleh adalah pasokan listrik.

Mereka masih bergantung pada kabel listrik yang mereka tarik sendiri sekitar 2 sampai 3 kilometer ke arah air terjun Berambai, karena tiang listrik belum mencapai Puncak Samarinda.

Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki masalah ini agar listrik dapat mencapai daerah mereka karena tentunya jika listrik yang pihaknya gunakan dapat putus sewaktu-sewaktu akibat perubahan pohon ataupun faktor lainnya

Meski begitu untuk keperluan di lokasi camping, pasokan listrik sudah cukup. Pengunjung dapat mengisi daya perangkat elektronik mereka.

Selain itu, air yang bersumber langsung dari pegunungan memastikan ketersediaan air bersih nan jernih yang juga bisa langsung diminum, bahkan terdapat mushola dan fasilitas toilet.

Biaya tiket masuk per orang hanya Rp 10 ribu. Dan untuk berkemah, Anda dikenai biaya tambahan sebesar Rp 50 ribu per orang yang sudah termasuk penyewaan tenda kecil.

Salah satu momen paling indah adalah melihat matahari terbit.

Meskipun Tim Busam.ID belum beruntung melihatnya karena awan mendung, embun tebal dan hujan ringan di pagi hari juga memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Minuman Kembang Telang. Ft by Ryan/Busam.ID

Di balik suara hujan rintik-rintik yang mengundang sedu ketenangan, kami pun mencoba minuman kembang telang berwarna ungu.

Kembang telang ini direndam dalam air panas, dicampur dengan sedikit madu dan jeruk nipis, menciptakan rasa yang lezat dan menyegarkan. Pokoknya enak banget!

Jadi, jika Anda mencari tempat untuk menghilangkan penat setelah seminggu bekerja keras, Puncak Samarinda adalah pilihan yang sangat direkomendasikan.

Dengan spot yang mudah dijangkau dan fasilitas yang memadai, tempat ini akan memberikan pengalaman camping yang tak terlupakan. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *