Rawan Pemalsuan, Tingkat Keamanan Fuel Card Harus Ditambah

BusamID
Kartu Fuel Card yang Dinonaktifkan karena palsu saat sidak Dishub Samarinda di SPBU Terminal Sungai Kunjang Selasa (16/01/2023).

Samarinda, Busam.ID – Maraknya penyelewengan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab dalam penggunaan kartu Fuel Card untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bersubsidi memantik komentar Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Samarinda.

Anggota Komisi II DPRD, Laila Fatihah mengatakan jika temuan fuel card yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan hingga terpaksa di-nonaktifkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, merupakan suatu hal yang sangat disayangkan.

Laila Fatihah. Foto by Ryan/Busam.ID

“Saya sudah lihat videonya, cukup banyak temuan fuel card palsu. Ada 17 kartu ya itu. Hal tersebut sangat disayangkan mengingat efek atas penyelewengan kartu fuel card membuat banyak orang terkena imbasnya,” ucap Laila kepada Busam.ID, Rabu (18/1/2023).

Ia juga mengatakan beberapa efek negatif yang dapat dialami akibat penyelewengan fuel card tersebut.

“Pertama, kuota BBM yang seharusnya didistribusikan secara merata malah tidak terbagi. Karena yang menggunakan kartu palsu itu menyerobot hak pemilik kartu asli. Kedua, antrian yang seharusnya tidak perlu mengular jauh, sebab banyak yang menggunakan kartu palsu malah jadi panjang. Akhirnya antrian bikin sesak jalan kemudian memicu kemacetan. Itu baru dua contoh, masih banyak lagi dampak dari penyalahgunaan fuel card ini,” komentar Latifah.

Ia mengatakan akan kembali berkoordinasi dengan dinas terkait yaitu Dishub Samarinda terkait penyelewengan tersebut.

“Nanti coba akan kami koordinasikan dengan Dishub ya, bagaimana dan solusi apa yang bisa dipikirkan terkait kartu tersebut dan di sini pihak SPBU juga harus mendukung bagaimana meningkatkan keamaan dan kegunaan kartu tersebut agar tidak bisa digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab,” ucapnya.

Secara terpisah, Manager SPBU Terminal Sungai Kunjang di Jl. Ir. Sutami, Mugiyono menjelaskan bahwa ia dan petugas SPBU sudah mengikuti aturan dimana petugas selalu cek kecocokan antara kartu fuel card dan plat kendaraan.

“Untuk petugas sudah kami wajibkan untuk selalu cek kesamaan kartu dan kendaraan. Namun, untuk yang diprint kertas biasa kemudian ditempel di kartu fuel card yang lain itu tidak bisa dimonitor semuanya. Hal Ini masih kami carikan solusinya, karena kartunya memang bisa digunakan untuk pembayaran, tapi stiker kartunya yang dipalsukan. Ke depan akan kami evaluasi kembali bagaimana caranya agar tidak ada lagi modus seperti ini,” jelasnya kepada Busam.ID** (RYAN)

Editor : Redaksi Busam,ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *